KabarGRESS.com | Jadikan yang Terdepan

test

Komisi B Soroti Air PDAM Berbusa dan Keruh, Machmud Minta Penyebab Pencemaran Ditelusuri


SURABAYA, KABARGRESS.COM – Keluhan terkait air Perumda Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya yang berbusa, keruh, dan berbau mendapat perhatian Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, Mochamad Machmud.

Machmud mengaku menerima banyak keluhan dan pengaduan dari warga, terutama di wilayah Surabaya Barat. Warga melaporkan kondisi air PDAM yang berbusa seperti mengandung sabun, keruh menyerupai air sungai, hingga berbau.

“Ya, saya memang mendapat keluhan, pengaduan juga dan kiriman-kiriman WA banyak sekali di wilayah Surabaya Barat terutama. Itu di mana air PDAM ini berbusa seperti ada sabunnya, lalu juga keruh ya, seperti air sungai dan bau,” kata Machmud kepada wartawan, Senin (07/09/26).

Menurutnya, persoalan tersebut menjadi tantangan bagi direktur baru Perumda Air Minum Surya Sembada. Ia meminta penyebab persoalan ditelusuri terlebih dahulu dan tidak saling menyalahkan sebelum ada kepastian mengenai sumber pencemaran.

“Ini sangat memprihatinkan ya, tantangan buat direktur yang baru. Baru masuk juga sudah ada masalah seperti ini. Tolong ditelusuri sebabnya apa. Jangan ada kambing hitam bahwa ini yang salah, itu yang salah. Ditelusuri dulu kebenarannya,” tegasnya.

Machmud mengatakan, pemeriksaan perlu dilakukan untuk mengetahui apakah persoalan berasal dari bahan baku air atau faktor lainnya. Menurut dia, air yang digunakan sebagai bahan baku perlu diperiksa di laboratorium untuk mengetahui kandungan di dalamnya.

“Kan bisa diambil airnya dibawa ke lab. PDAM kan punya lab. Kandungan air di situ itu apa saja? Ada limbah, ada bahan-bahan apa. Nah, dari situ baru tahu, oh ini ternyata mengandung ini,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kualitas air baku yang disediakan Perum Jasa Tirta I. Machmud mengatakan, apabila hasil pemeriksaan menunjukkan kualitas air baku berada di atas ambang yang ditentukan, pihak penyedia air baku harus dimintai penjelasan.

“Kalau memang itu dari perusahaan Jasa Tirta yang tidak mampu menyediakan air yang bersih, maka kita akan undang. Undang perusahaan Jasa Tirta itu penyedia air,” katanya.

Menurut Machmud, Perumda Air Minum Surya Sembada tidak memperoleh air baku secara gratis. Karena itu, ia menilai harus ada kualitas dan standar yang dipenuhi dari air baku tersebut.

Ia juga menyoroti potensi meningkatnya biaya produksi apabila kualitas air baku membutuhkan pengolahan lebih lanjut.

“Saya dengar memang ada standarnya 1,4 atau berapa itu. Nah, sekarang ini sudah sampai 8, 8 atau 6. Sehingga biaya produksi PDAM untuk lebih menjernihkan itu sangat tinggi,” ujarnya.

Machmud menyebut kondisi tersebut dapat membuat kebutuhan bahan pengolahan seperti tawas dan kaporit meningkat. Ia khawatir kenaikan biaya produksi pada akhirnya berdampak kepada pelanggan.

“Karena biaya tinggi ini nanti akan berdampak kepada pelanggan. Jangan-jangan PDAM bisa membebankan biaya produksi itu kepada pelanggan. Ya maka nanti Jasa Tirta harus tanggung jawab ini,” tegasnya.

Ia meminta pelanggan tidak menjadi korban akibat persoalan kualitas air baku. Machmud juga mendorong agar persoalan pencemaran di sungai segera ditelusuri, termasuk kemungkinan adanya limbah dari aktivitas perusahaan di sepanjang aliran sungai.

“Sepanjang sungai Brantas ini kan banyak berdiri pabrik-pabrik yang mungkin membuang limbahnya ke sungai. Itu salah satu yang harus ditelusuri,” katanya.

Menurutnya, hasil pemeriksaan laboratorium dapat menjadi dasar untuk menelusuri sumber pencemaran. Kandungan yang ditemukan dalam air dapat dibandingkan dengan aktivitas perusahaan yang berada di wilayah hulu.

Machmud juga meminta Perumda Air Minum Surya Sembada dan Perum Jasa Tirta I segera mengambil langkah agar persoalan tidak berlarut-larut.

“Saya minta segera diatasi, tidak pakai lama, ya. Tidak boleh ada keruh lagi, tidak boleh ada yang berbusa, dan tidak boleh bau,” tegasnya.

Machmud mengatakan, sejauh informasi yang diterimanya, warga yang mengetahui kondisi air tersebut langsung membuang air dan tidak menggunakannya untuk kebutuhan sehari-hari.

“Mereka itu begitu tahu ini kotor, berbusa, dan tidak layak langsung dibuang. Sehingga tidak dipakai untuk cuci tangan atau mandi, apalagi minum,” ujarnya.

Ia pun membuka ruang bagi warga yang mengalami kerugian akibat persoalan tersebut untuk melaporkannya kepada Komisi B DPRD Kota Surabaya.

“Nanti kita akan mintakan ke PDAM atau instansi yang berwenang lainnya. Siapa yang mengganti rugi kalau sampai dirugikan dengan produksi air seperti itu?” kata Machmud.

Menurutnya, kualitas pelayanan harus berjalan seimbang dengan kewajiban pelanggan. Ia mencontohkan, pelanggan dapat dikenai denda ketika terlambat membayar, sehingga kualitas layanan juga harus memenuhi standar.

“Kalau warga bayarnya telat itu didenda, tapi kualitasnya jelek juga harus disanksi BUMD-nya. Jangan sampai dibebankan ke pelanggan,” tegasnya.

Machmud berharap persoalan tersebut segera mendapat penanganan serius agar kualitas air Perumda Air Minum Surya Sembada tetap terjaga.

Sebelumnya, Perumda Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas kondisi air yang keruh dan berbusa. Perumda menyebut kondisi tersebut disebabkan pencemaran air baku Kali Surabaya yang melebihi ambang batas dan masuk ke unit instalasi pengolahan air.

Tim teknis Perumda disebut terus melakukan pembersihan dan penyesuaian proses pengolahan secara intensif di IPAM Karang Pilang. Perumda juga berkoordinasi dengan Perum Jasa Tirta I untuk membantu mengurangi pencemaran Kali Surabaya.

Bagi pelanggan yang mengalami air keruh dan berbusa, Perumda menyediakan layanan informasi, pengaduan, serta bantuan air tangki gratis melalui Call Center 08001926666 dan WA Center 08123316666 (ZAK).

Komisi B Soroti Air PDAM Berbusa dan Keruh, Machmud Minta Penyebab Pencemaran Ditelusuri Komisi B Soroti Air PDAM Berbusa dan Keruh, Machmud Minta Penyebab Pencemaran Ditelusuri Reviewed by KabarGress.com on September 07, 2026 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Sidebar Ads

Diberdayakan oleh Blogger.