SIDOARJO, KABARGRESS.COM - Ahad Pagi baru saja membuka hari ketika lapangan Desa Pabean, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, mulai dipenuhi manusia. Ribuan warga berdatangan. Sebagian mengenakan kaus olahraga, sebagian datang bersama keluarga. Sapaan dan tawa bersahutan di antara alunan musik dari panggung hiburan.
Minggu pagi itu, Desa Pabean seperti memiliki denyut yang berbeda. Warga meninggalkan sejenak kesibukan rumah dan pekerjaan untuk berkumpul dalam Gebyar Jalan Sehat Desa Pabean dan Hiburan Simpatik Musik.
Mereka berjalan membawa semangat yang sederhana. Berolahraga, bertemu tetangga, bercengkerama, sekaligus merayakan 81 tahun perjalanan kemerdekaan Indonesia.
Tidak sedikit warga yang datang dengan harapan membawa pulang hadiah. Panitia menyediakan hadiah utama berupa paket ibadah umrah, satu sepeda motor matik, dan dua sepeda listrik.
Namun, hadiah bukan satu-satunya alasan yang membuat lapangan desa penuh sejak pagi. Ada sesuatu yang lebih dekat dengan kehidupan mereka: kesempatan untuk berkumpul sebagai warga.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sidoarjo, dr. Hj. Sriatun Subandi, hadir di tengah kerumunan. Dia kemudian memberangkatkan ribuan peserta jalan sehat.
Warga menyambutnya dengan antusias. Setelah aba-aba keberangkatan diberikan, rombongan peserta bergerak menyusuri jalan desa.
Langkah mereka beragam. Ada yang berjalan cepat, ada pula yang santai sambil berbincang. Anak-anak berlarian di sekitar orangtuanya. Beberapa warga lanjut usia mengikuti dari belakang dengan ritme masing-masing.
Pemandangan itu memperlihatkan wajah lain dari sebuah perayaan kemerdekaan. Tidak selalu harus berlangsung dalam seremoni besar. Kemerdekaan juga dapat dirasakan melalui ruang sederhana ketika warga memiliki kesempatan untuk bertemu dan bergerak bersama.
Sriatun menilai kegiatan jalan sehat memiliki manfaat ganda. Selain menjaga kebugaran tubuh, kegiatan bersama dapat memperkuat hubungan sosial antarwarga.
“Kegiatan jalan sehat ini akan memperkuat silaturahmi antarwarga dan menjaga kesehatan tubuh,” ujar Sriatun.
Bagi Sriatun, peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI juga menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kesatuan. Semangat itu dapat tumbuh dari lingkungan paling dekat, termasuk desa.
Keterlibatan warga dalam kegiatan menjadi bagian penting dari proses itu. Jalan sehat dan hiburan yang digelar di Desa Pabean mempertemukan warga dalam suasana yang cair dan penuh kegembiraan.
“Berbagai kegiatan yang dilakukan hari ini akan meningkatkan keguyuban dan kekompakan warga Desa Pabean,” katanya.
Keguyuban, menurut Sriatun, memiliki arti penting bagi keberlangsungan pembangunan. Ketika masyarakat memiliki rasa kebersamaan, berbagai program pembangunan lebih mudah mendapat dukungan.
“Kekompakan dan keguyuban masyarakat sangat penting demi mendukung pembangunan. Itu fondasi utama dalam mencapai keberhasilan pelaksanaan program-program pembangunan,” tuturnya.
Pesan itu terasa relevan dengan kehidupan desa. Pembangunan tidak hanya membutuhkan jalan, jembatan, gedung, dan berbagai fasilitas publik. Di balik pembangunan fisik, ada manusia yang harus berjalan bersama.
Karena itu, Sriatun mengajak warga menjaga kesehatan, kerukunan, dan kekompakan. Nilai-nilai itu perlu dirawat dalam kehidupan sehari-hari, jauh setelah panggung hiburan selesai dan keramaian jalan sehat berakhir.
“Pembangunan fisik maupun sosial akan sulit berjalan lancar tanpa adanya kebersamaan,” ujarnya.
Menjelang siang, lapangan Desa Pabean perlahan kembali lengang. Jejak ribuan langkah mungkin segera hilang dari jalan yang mereka lewati. Musik pun suatu saat berhenti.
Namun, perjumpaan warga meninggalkan makna yang lebih panjang. Pada pagi itu, kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui angka 81 tahun, hadiah, dan hiburan.
Kemerdekaan dirasakan melalui kebersamaan—ketika warga berjalan dalam satu irama, saling menyapa, menjaga kesehatan, dan merawat keguyuban.
Dari Desa Pabean, pesan itu sederhana: pembangunan akan memiliki kekuatan ketika masyarakatnya tetap mau berjalan bersama. (Ery)
Reviewed by KabarGress.com
on
September 07, 2026
Rating:


Tidak ada komentar: