SURABAYA, KABARGRESS.COM – Permata Bank kembali menghadirkan Wealth Wisdom 2026 di Surabaya dengan mengusung tema “Finding Balance, Building Resilience” dan semangat “Growing Together Through Changes”. Memasuki penyelenggaraan ke-12, signature event tahunan tersebut mengajak nasabah melihat pengelolaan kekayaan secara lebih menyeluruh, tidak hanya dari pertumbuhan aset, tetapi juga dari sisi kehidupan, keluarga, kesehatan, bisnis hingga kesiapan generasi penerus.
Direktur Consumer & Branch Banking Permata Bank, Eddie Sajoga, mengatakan kekayaan tidak semata-mata berkaitan dengan aspek material. Menurutnya, pengelolaan kekayaan perlu berjalan seimbang dengan berbagai aspek kehidupan.
“Wealth bukan hanya material. Jadi, bagaimana kita menjaga kesehatan, baik fisik maupun mental, juga bagian dari wealth. Karena itu, balance menjadi penting dalam perjalanan wealth kita, baik secara personal, keluarga, bisnis maupun legacy untuk generasi berikutnya,” kata Eddie dalam media briefing Wealth Wisdom 2026 di The Westin Surabaya, Rabu (7/10/2026).
Eddie mengatakan Wealth Wisdom 2026 dikemas dengan pendekatan yang lebih holistik untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi nasabah, mulai dari perubahan kondisi ekonomi, pengelolaan keuangan hingga perkembangan teknologi dan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI).
“Tahun ini lebih holistik, bagaimana kita melihat life stage, bagaimana challenge yang dihadapi nasabah, mulai dari ekonomi, money management untuk kesinambungan antargenerasi, sampai bagaimana teknologi dan AI mengubah bisnis dan produktivitas.”
Pengelolaan Kekayaan Sesuai Tahapan Kehidupan
Group Head Deposit and Wealth Management Permata Bank, Verawaty, mengatakan kebutuhan nasabah, khususnya segmen Priority dan Private, berbeda sesuai dengan tahapan kehidupan masing-masing.
“Kalau kita lihat dari wealth customer, khususnya priority dan private, kebutuhan mereka berbeda-beda tergantung life stage. Ada yang sedang mengakumulasi wealth, kemudian bagaimana pendidikan anak, protection, retirement, sampai akhirnya legacy atau inheritance kepada generasi berikutnya.”
Menurut Verawaty, pendekatan tersebut membuat pengelolaan kekayaan tidak berhenti pada tahap akumulasi aset, tetapi berlanjut pada perlindungan, persiapan masa pensiun hingga kesinambungan kekayaan antargenerasi.
Perhatian terhadap generasi berikutnya juga diwujudkan melalui Future Leaders Journey Shanghai 2026. Melalui penempatan dana di Permata Masa Depan, putra-putri nasabah Private dan Priority berusia 15–25 tahun berkesempatan mengikuti program edukatif tersebut.
Program selama enam hari empat malam itu memberikan pengalaman melalui kunjungan ke sejumlah institusi pendidikan dan perusahaan di Shanghai, yakni Fudan University, Shanghai Normal University, Xi’an Jiaotong-Liverpool University, Alibaba Company, dan Bangkok Bank di Shanghai.
Program tersebut ditujukan untuk memperluas wawasan global, bisnis dan kepemimpinan generasi muda sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi peluang dan tantangan di masa depan.
Enam Pilar Wealth Wisdom
Division Head Strategic & Marketing Communication Permata Bank, Glenn Ranti, mengatakan pelaksanaan Wealth Wisdom di setiap kota tetap membawa tema besar yang sama, tetapi dikemas dengan mempertimbangkan karakteristik nasabah dan konteks ekonomi masing-masing wilayah.
“Setiap kota memiliki karakteristik customer dan economic context yang berbeda. Jadi, walaupun tema besarnya sama, delivery-nya kami sesuaikan dengan karakter masing-masing kota. Untuk big city seperti Surabaya, kami memberikan tambahan penekanan pada life balance dan legacy, selain financial dan economic dynamics.”
Glenn menjelaskan, pendekatan holistik tersebut dituangkan dalam enam pilar Wealth Wisdom, yakni Frugality, Purpose, Health, Relation, Giving, dan Moments.
“Frugality bagaimana kita spending dengan bijak, Purpose tentang apa tujuan hidup atau bisnis kita, Health tentang kesehatan, Relation tentang hubungan dengan keluarga, teman dan kerabat, Giving tentang bagaimana kita berbagi, dan Moments tentang waktu bersama keluarga dan orang-orang yang kita sayangi.”
Keenam pilar tersebut memperluas perspektif mengenai kekayaan, sehingga tidak hanya berorientasi pada nilai finansial, tetapi juga tujuan hidup, kesehatan, hubungan dengan orang lain, kontribusi dan pengalaman bersama keluarga maupun orang-orang terdekat.
Perkuat Pengalaman Wealth Management
Selain program edukasi dan persiapan generasi penerus, Permata Bank juga menghadirkan inovasi dalam pengalaman pengelolaan kekayaan.
Salah satunya melalui Digital Transaction Assistance (DiTA), layanan investasi berbasis hybrid yang memadukan otorisasi digital secara langsung oleh nasabah dengan pendampingan Relationship Manager. Layanan tersebut memberikan fleksibilitas dalam proses transaksi sekaligus mempertahankan akses terhadap pendampingan personal.
Pengalaman Wealth Wisdom 2026 di Surabaya juga dilengkapi Wealth Bazaar, yang memberikan ruang bagi nasabah untuk mengenal lebih dekat berbagai layanan dan inisiatif Permata Bank.
Sementara itu, Division Head Region Jawa Timur, Bali & Nusa Tenggara Permata Bank, Jemmy Toding, mengatakan Jawa Timur menjadi salah satu wilayah penting bagi Permata Bank dalam mendampingi nasabah Priority dan Private.
Menurut Jemmy, kebutuhan nasabah di wilayah tersebut mencakup kebutuhan personal, keluarga, pengembangan bisnis hingga persiapan generasi berikutnya.
Ia juga menyampaikan kondisi ekonomi Jawa Timur sebagai salah satu konteks yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan kekayaan.
“Ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,72 persen year on year, sementara nasional 5,29 persen. PDRB atas dasar harga berlaku sekitar Rp930 triliun, inflasi 2,5 persen year on year, 1 persen year to date. Manufaktur memberikan kontribusi sekitar 31,3 persen terhadap PDRB Jawa Timur dan tumbuh sekitar 6 persen year on year.”
Jemmy menilai dinamika tersebut menunjukkan pentingnya pengelolaan kekayaan yang mampu menyesuaikan diri dengan perubahan kondisi ekonomi.
Bagi Permata Bank, Wealth Wisdom tidak hanya menjadi ruang edukasi, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun kedekatan dengan nasabah dan memahami kebutuhan mereka pada berbagai tahapan kehidupan.
“Wealth Wisdom bagi kami bukan hanya ruang untuk berbagi pengetahuan, tetapi juga kesempatan untuk semakin dekat dengan nasabah, memahami kebutuhan mereka, dan bertukar pandangan mengenai berbagai perkembangan yang mereka hadapi. Melalui semangat ‘Growing Together Through Changes’, kami ingin terus hadir sebagai mitra terpercaya untuk mendampingi nasabah dan keluarga dalam setiap tahap perjalanan kehidupan dan kekayaannya,” tutup Eddie.
Surabaya menjadi kota keenam dalam rangkaian Wealth Wisdom 2026, setelah Semarang, Makassar, Bali, Medan dan Bandung. Rangkaian signature event tahunan tersebut berlangsung di tujuh kota pada periode 21 Agustus hingga 22 Oktober 2026, sebelum ditutup di Jakarta. (ZAK)
Reviewed by KabarGress.com
on
Oktober 07, 2026
Rating:


Tidak ada komentar: