SURABAYA, KABARGRESS.COM — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur mencatat perkembangan sejumlah indikator ekonomi pada Agustus dan Juli 2026, mulai dari inflasi, nilai tukar petani, perdagangan luar negeri, pariwisata hingga transportasi.
Dalam Berita Resmi Statistik (BRS) yang disampaikan oleh Plt. Kepala BPS Provinsi Jawa Timur Herum Fajarwati di Kantor BPS Jawa Timur, Selasa (1/9/2026), inflasi Jawa Timur pada Agustus 2026 tercatat sebesar 0,34 persen secara bulanan (month-to-month).
Sementara itu, inflasi year-to-date mencapai 1,82 persen, sedangkan inflasi secara tahunan atau year-on-year (y-on-y) sebesar 3,32 persen.
Berdasarkan kelompok pengeluaran, andil inflasi tahunan terbesar berasal dari kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,20 persen, diikuti transportasi sebesar 0,58 persen dan perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,64 persen.
Inflasi tahunan tertinggi di Jawa Timur terjadi di Sumenep sebesar 3,99 persen dengan IHK 116,04, sedangkan inflasi terendah terjadi di Banyuwangi sebesar 2,69 persen dengan IHK 112,60.
NTP Jawa Timur Naik 1,35 Persen
Pada sektor pertanian, BPS mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Timur Agustus 2026 sebesar 119,05, atau mengalami kenaikan 1,35 persen dibandingkan Juli 2026.
Sementara Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) tercatat sebesar 123,34, naik 1,15 persen.
Kenaikan tersebut terjadi karena Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik 1,27 persen, sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) turun 0,08 persen. Adapun Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) naik 0,11 persen.
Komoditas yang menjadi penyumbang kenaikan indeks harga yang diterima petani antara lain cabai rawit sebesar 5,49 persen, gabah 2,35 persen, dan jagung 2,42 persen.
Sebaliknya, sejumlah komoditas menyumbang penurunan, di antaranya tomat sayur sebesar 33,02 persen, bawang merah 19,79 persen, dan bawang putih 10,98 persen.
Berdasarkan subsektor, NTP tanaman pangan naik 2,42 persen, hortikultura turun 2,60 persen, tanaman perkebunan rakyat naik 2,04 persen, peternakan naik 0,88 persen, serta perikanan naik 0,37 persen.
Ekspor Turun, Impor Naik
Pada perdagangan luar negeri, nilai ekspor Jawa Timur selama Januari-Juli 2026 tercatat sebesar US$16,08 miliar.
Nilai tersebut mengalami penurunan 5,33 persen dibandingkan Januari-Juli 2025.
Sementara nilai impor Jawa Timur selama Januari-Juli 2026 mencapai US$19,52 miliar, atau meningkat 16,56 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Untuk perdagangan migas, nilai ekspor Januari-Juli 2026 tercatat sebesar US$0,18 miliar, sedangkan impor mencapai US$3,61 miliar.
Pada sektor nonmigas, ekspor mencapai US$15,90 miliar dan impor sebesar US$15,91 miliar.
BPS juga mencatat tiga negara penyumbang surplus perdagangan nonmigas terbesar Jawa Timur selama Januari-Juli 2026, yakni Amerika Serikat sebesar US$1,50 miliar, Jepang US$961,43 juta, dan Malaysia US$649,87 juta.
Sementara tiga negara penyumbang defisit terbesar adalah Tiongkok sebesar US$3,62 miliar, Brasil US$601,03 juta, dan Federasi Rusia US$476,79 juta.
Wisatawan Mancanegara Naik 4,28 Persen
Di sektor pariwisata, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Jawa Timur pada Juli 2026 mencapai 34.464 kunjungan.
Jumlah tersebut meningkat 4,28 persen dibandingkan Juni 2026.
Sementara perjalanan wisatawan nusantara di Jawa Timur pada Juli 2026 tercatat sebanyak 17,31 juta perjalanan, turun 0,40 persen dibandingkan Juni 2026.
Untuk tingkat penghunian kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang, pada Juli 2026 tercatat sebesar 52,72 persen, turun 1,51 poin dibandingkan Juni 2026.
Sedangkan TPK hotel klasifikasi nonbintang dan akomodasi lainnya sebesar 23,85 persen, turun 2,08 poin.
Rata-rata lama menginap tamu pada hotel klasifikasi bintang Jawa Timur tercatat 1,35 malam, turun 0,02 poin dibandingkan bulan sebelumnya.
Berdasarkan negara atau wilayah asal, wisatawan mancanegara terbanyak yang datang ke Jawa Timur pada Juli 2026 berasal dari Tiongkok sebesar 40,09 persen, disusul Malaysia 19,36 persen, Singapura 6,08 persen, Thailand 3,69 persen, dan Jepang 2,72 persen.
Penumpang Kereta Api Capai 2,62 Juta Orang
Pada sektor transportasi Juli 2026, jumlah penumpang yang berangkat melalui penerbangan domestik tercatat sebanyak 469,94 ribu orang, sementara penumpang datang sebanyak 482,63 ribu orang.
Untuk penerbangan internasional, jumlah penumpang berangkat mencapai 118,50 ribu orang, sedangkan penumpang datang sebanyak 92,849 ribu orang.
Pada angkutan laut, jumlah penumpang berangkat pada Juli 2026 tercatat sebanyak 185,41 ribu orang, sementara penumpang datang mencapai 178,80 ribu orang.
Adapun jumlah penumpang kereta api di Jawa Timur pada Juli 2026 mencapai 2,62 juta orang.
Data BPS tersebut menggambarkan perkembangan sejumlah indikator utama Jawa Timur, dengan inflasi tahunan Agustus 2026 tercatat sebesar 3,32 persen, sementara NTP mengalami kenaikan dan kunjungan wisatawan mancanegara pada Juli 2026 juga menunjukkan pertumbuhan dibandingkan bulan sebelumnya. (ZAK)
Reviewed by KabarGress.com
on
September 01, 2026
Rating:

Tidak ada komentar: