KabarGRESS.com | Jadikan yang Terdepan

test

BANTUAN KURSI RODA DAN BEDAH RUMAH MENJANGKAU WARGA KREMBUNG-PRAMBON


SIDOARJO, KABARGRESS.COM — Perhatian Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terhadap warga yang membutuhkan kembali diwujudkan melalui penyaluran bantuan sosial. Pada akhir pekan, Sabtu (12/9/2026), bantuan kursi roda dan renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) disalurkan kepada warga di Kecamatan Krembung dan Prambon.

Bantuan tersebut menyentuh kebutuhan dasar warga, mulai dari dukungan mobilitas bagi penerima kursi roda hingga perbaikan rumah yang kondisinya membutuhkan penanganan.

Di Kecamatan Krembung, bantuan kursi roda diberikan kepada Anindya Keisha dan Siti Patimah, warga Desa Wonomlati. Sementara di Kecamatan Prambon, bantuan serupa diterima Soim, warga Desa Pejangkungan, serta Sholeh, warga Desa Prambon.

Program perbaikan RTLH juga menjangkau sejumlah keluarga. Di Kecamatan Krembung, bantuan diberikan kepada Beny, warga Desa Kedungrawan, dan Takim, warga Desa Krembung. Adapun di Kecamatan Prambon, penerima bantuan renovasi rumah adalah Senan, warga Desa Pejangkungan.

Bupati Sidoarjo H. Subandi menyerahkan langsung bantuan tersebut. Dalam kunjungan itu, Subandi didampingi Dandim 0816/Sidoarjo, Baznas Sidoarjo, jajaran Forkopimka, serta unsur pemerintah daerah dan pemerintahan desa.

Kehadiran langsung kepala daerah menjadi bagian dari upaya memastikan bantuan menyentuh warga yang membutuhkan. Pada saat yang sama, kondisi penerima manfaat dapat dilihat secara langsung sehingga kebutuhan perbaikan dapat dipetakan secara lebih konkret.

Saat mengunjungi rumah Beny di Desa Kedungrawan, Subandi melihat kondisi bangunan yang membutuhkan perbaikan pada sejumlah bagian.

“Pemerintah terus hadir memberikan bantuan bagi warga kita yang tidak mampu, termasuk memberikan bedah rumah. Rumah ini nanti diperbaiki, bagian yang retak akan dibenahi, terasnya juga akan diperbaiki, termasuk kamar mandi dan plafonnya,” ujar Subandi.

Perbaikan tersebut tidak hanya menyangkut kondisi fisik bangunan. Rumah yang aman dan layak ditempati menjadi bagian penting dari kualitas kehidupan keluarga, terlebih bagi warga yang memiliki keterbatasan ekonomi untuk melakukan renovasi secara mandiri.

Subandi berharap perbaikan rumah dapat menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi keluarga penerima bantuan. Kerusakan yang sebelumnya menjadi sumber kekhawatiran diharapkan dapat segera ditangani.

“Harapannya, setelah diperbaiki rumah ini betul-betul nyaman ditempati, sehingga tidak ada lagi kekhawatiran terhadap kerobohan dan sebagainya. Semoga setelah rumahnya diperbaiki, usaha dan kehidupan keluarga tetap lancar,” katanya.

Pesan tersebut memperlihatkan bahwa program RTLH tidak berhenti pada pembenahan bangunan. Rumah yang lebih aman diharapkan memberikan ruang hidup yang lebih layak sekaligus mendukung keberlangsungan kehidupan keluarga penerima manfaat.


Dalam penyaluran bantuan, pemerintah juga menggandeng berbagai unsur. Dinas Sosial, Baznas Sidoarjo, jajaran Forkopimka, serta pemerintah desa ikut mendukung pelaksanaan program di lapangan.

Kolaborasi lintas unsur menjadi penting karena kebutuhan warga tidak selalu dapat ditangani oleh satu lembaga. Pemerintah daerah membutuhkan dukungan perangkat kewilayahan dan lembaga sosial agar bantuan dapat diterima warga yang tepat.

Pada kesempatan berbeda dalam rangkaian penyaluran bantuan, Subandi menyerahkan kursi roda kepada Anindya Keisha di Desa Wonomlati.

Bantuan tersebut diharapkan memberikan dukungan praktis bagi Anindya dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Bagi keluarga penerima, fasilitas mobilitas semacam itu dapat membantu meringankan kebutuhan yang selama ini harus dipenuhi secara mandiri.

“Semoga bantuan ini bisa membantu keseharian dan aktivitas Anindya, serta bermanfaat bagi keluarga,” ujar Subandi.

Bantuan kursi roda dan renovasi RTLH memperlihatkan dua kebutuhan yang berbeda, tetapi bertemu pada satu persoalan: akses warga terhadap kehidupan yang lebih layak.

Kursi roda memberikan dukungan mobilitas bagi warga yang membutuhkan, sedangkan renovasi rumah menyentuh kebutuhan dasar berupa tempat tinggal yang aman. Kedua program tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana kebijakan sosial diterjemahkan menjadi bantuan langsung di tingkat keluarga.

Di tingkat desa, keberadaan pemerintah juga menjadi penting untuk memastikan persoalan warga tidak berhenti sebagai laporan administratif. Kondisi rumah, kebutuhan penerima kursi roda, hingga ketepatan sasaran bantuan membutuhkan pemantauan lapangan.

Bagi warga penerima, kehadiran bantuan tentu memiliki arti lebih dari nilai material yang diberikan. Perhatian pemerintah dapat menjadi penanda bahwa persoalan kehidupan mereka mendapat tempat dalam kebijakan pembangunan daerah.

Penyaluran bantuan di Krembung dan Prambon pada akhirnya menegaskan pentingnya pemerintah hadir hingga ke lingkungan warga. Ketepatan sasaran, koordinasi, dan pengawasan menjadi kunci agar program sosial benar-benar memberikan manfaat.

Program bantuan sosial juga akan memiliki makna lebih kuat ketika berlangsung secara berkelanjutan dan disertai evaluasi. Rumah yang diperbaiki harus memberikan keamanan, sementara bantuan kursi roda harus mendukung aktivitas penerima secara nyata.

Dengan pendekatan tersebut, bantuan sosial tidak berhenti pada seremoni penyerahan. Program diarahkan menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas hidup warga yang membutuhkan sekaligus memastikan kehadiran pemerintah dapat dirasakan langsung di tengah masyarakat. (Ery)

BANTUAN KURSI RODA DAN BEDAH RUMAH MENJANGKAU WARGA KREMBUNG-PRAMBON BANTUAN KURSI RODA DAN BEDAH RUMAH MENJANGKAU WARGA KREMBUNG-PRAMBON Reviewed by KabarGress.com on September 13, 2026 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Sidebar Ads

Diberdayakan oleh Blogger.