KabarGRESS.com | Jadikan yang Terdepan

test

MUKTAMAR NU: RINDU KEMBALI PADA IDEOLOGI PARA MUASSIS


Oleh: Mas Hery

Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Tambakberas, Jombang, 2026, membawa momentum penting bagi perjalanan NU memasuki abad kedua. Forum ini tidak semestinya berhenti pada pergantian Rais Aam, Ketua Umum PBNU, serta susunan kepengurusan. Ada pertanyaan yang jauh lebih mendasar: ke mana NU hendak diarahkan dan nilai apa yang hendak dijadikan pijakan dalam menghadapi perubahan zaman?

Tambakberas memiliki makna historis bagi NU. Di ruang yang lekat dengan tradisi pesantren dan perjuangan para ulama itu, NU sepatutnya melakukan refleksi tentang cita-cita para muassis. Mereka membangun NU dengan fondasi keilmuan, pesantren, kemaslahatan umat, kebangsaan, kemandirian serta tradisi Ahlussunnah wal Jamaah. Orientasi perjuangan itu perlu kembali mendapatkan tempat utama.

Kerinduan kepada para muassis bukan ajakan untuk membawa NU mundur ke masa lalu. Kerinduan itu merupakan ajakan untuk mengambil kembali ruh perjuangan mereka dalam menjawab persoalan zaman baru.

NU hari ini memiliki kekuatan sosial yang sangat besar. Warga nahdliyin tersebar di berbagai lapisan masyarakat, dari pesantren, desa, kampus, birokrasi, dunia usaha sampai pemerintahan. Besarnya kekuatan sosial ini membawa tanggung jawab moral yang juga besar.

Tantangan NU pada abad kedua jauh lebih kompleks. Perubahan teknologi, kecerdasan buatan, ekonomi digital, krisis lingkungan, ketimpangan sosial, perubahan budaya dan pertarungan informasi menuntut organisasi memiliki kapasitas intelektual yang kuat. NU tidak cukup hanya mengandalkan jumlah warga. NU perlu tampil sebagai kekuatan moral, intelektual dan peradaban bangsa.

Pada titik ini, hubungan NU dengan kekuasaan menjadi persoalan penting. NU membutuhkan negara sebagai mitra dalam memperjuangkan kemaslahatan masyarakat. Namun kedekatan dengan kekuasaan tidak boleh menghilangkan daya kritis organisasi.

Ketika pemerintah menjalankan kebijakan yang berpihak kepada rakyat, NU patut memberikan dukungan. Ketika kebijakan merugikan masyarakat, NU harus berani memberikan koreksi. Ketika rakyat kecil menghadapi ketidakadilan, suara NU semestinya hadir membela mereka.

Independensi moral menjadi modal penting bagi NU. Organisasi sebesar NU tidak boleh kehilangan jarak kritis hanya karena sebagian kadernya berada di lingkaran kekuasaan. Jabatan politik merupakan pilihan personal kader. Kepentingan jam'iyah harus tetap dijaga dari tarik-menarik kepentingan politik praktis.

Warga NU juga jangan ditempatkan hanya sebagai lumbung suara setiap kontestasi politik. Kekuatan politik nahdliyin harus berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pendidikan pesantren harus semakin kuat, ekonomi warga harus tumbuh, UMKM harus berkembang, petani dan nelayan harus mendapatkan perlindungan, serta generasi muda NU harus memperoleh ruang luas untuk berkembang.

Kemandirian ekonomi juga perlu menjadi agenda besar. NU membutuhkan ekosistem ekonomi umat yang profesional, transparan dan berkelanjutan. Pesantren dapat menjadi pusat pendidikan sekaligus pusat pengembangan kewirausahaan, teknologi dan ekonomi masyarakat.

Pendidikan harus menjadi proyek peradaban. Pesantren perlu melahirkan ulama yang menguasai khazanah keislaman sekaligus memahami ilmu pengetahuan, teknologi, ekonomi, lingkungan dan persoalan sosial. Generasi muda NU harus dipersiapkan menjadi ilmuwan, profesional, pengusaha, teknokrat, budayawan dan pemimpin masa depan tanpa kehilangan akar pesantrennya.

Persoalan lingkungan juga perlu mendapat perhatian serius. Pertumbuhan ekonomi tidak boleh mengorbankan kehidupan masyarakat dan kelestarian alam. Fikih lingkungan harus berkembang menjadi kesadaran sosial yang membimbing warga NU menghadapi persoalan ekologis.

Karena itu, elite NU perlu mengambil beberapa keputusan strategis setelah Muktamar Tambakberas. Pertama, memperkuat kembali otoritas keilmuan ulama dan pesantren. Kedua, membangun etika yang tegas dalam hubungan organisasi dengan kekuasaan. Ketiga, mempercepat kaderisasi generasi muda. Keempat, membangun kemandirian ekonomi umat. Kelima, memperkuat pendidikan dan riset. Keenam, menjaga politik kebangsaan agar tetap independen. Ketujuh, menjadikan lingkungan sebagai bagian penting dari perjuangan keumatan. Kedelapan, memperkuat transparansi serta akuntabilitas organisasi.

Muktamar Tambakberas harus menjadi ruang untuk mengoreksi perjalanan NU sekaligus menentukan arah baru. Pergantian kepemimpinan penting, tetapi arah perjuangan jauh lebih penting.

NU tidak membutuhkan elite yang sibuk mengejar posisi. NU membutuhkan pemimpin yang mampu menjaga marwah jam'iyah, dekat dengan rakyat, terbuka terhadap kritik, kuat secara keilmuan dan berani menjaga independensi moral.

Kembali kepada ideologi para muassis juga berarti kembali kepada kesederhanaan perjuangan: ilmu, khidmah, pesantren, kemaslahatan umat dan kecintaan kepada Indonesia.

Jika NU mampu menjaga fondasi itu, abad kedua dapat menjadi fase kebangkitan besar. NU tidak hanya menjadi organisasi dengan jumlah warga yang besar, tetapi tampil sebagai kekuatan peradaban yang mampu memberikan arah moral bagi bangsa.

Dari Tambakberas, tantangan itu kini berada di tangan para elite NU. Pilihannya jelas: menjadikan kekuasaan sebagai pusat orientasi atau menempatkan khidmah kepada umat sebagai pusat perjuangan.

Para muassis telah mewariskan jalan. Tugas generasi sekarang bukan mengganti jalan itu, tetapi memastikan jalan perjuangan tetap hidup dan mampu menjawab zaman.

NU harus kembali menemukan dirinya: kuat dalam tradisi, terbuka terhadap perubahan, mandiri dalam sikap, kritis terhadap kekuasaan, dan setia kepada kemaslahatan umat serta bangsa.

Selamat bermuktamar. Semoga Muktamar Tambakberas membawa NU semakin kokoh, semakin bermartabat, semakin dekat dengan umat dan semakin berjaya dalam mengabdi untuk agama, masyarakat, dan Indonesia.


Penulis wartawan KabarGress.com

MUKTAMAR NU: RINDU KEMBALI PADA IDEOLOGI PARA MUASSIS MUKTAMAR NU: RINDU KEMBALI PADA IDEOLOGI PARA MUASSIS Reviewed by KabarGress.com on Agustus 28, 2026 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Sidebar Ads

Diberdayakan oleh Blogger.