KabarGRESS.com | Jadikan yang Terdepan

test

Ekonomi Jawa Timur Tumbuh 5,72 Persen, Tertinggi di Pulau Jawa

Surabaya, KABARGRESS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur mencatat ekonomi Jawa Timur pada Triwulan II-2026 tumbuh 5,72 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y). Sementara itu, secara kumulatif semester I-2026 (c-to-c), tumbuh 5,84 persen, ini menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa.

Selain itu, ekonomi Jawa Timur juga tumbuh 2,84 persen dibanding triwulan sebelumnya (quarter-to-quarter/q-to-q). Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku pada Triwulan II-2026 mencapai Rp930 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan sebesar Rp538,59 triliun.

Hal tersebut disampaikan Plt. Kepala BPS Provinsi Jawa Timur, Ir. Herum Fajarwati, M.M, dalam rilis Berita Resmi Statistik (BRS), Rabu (5/8/2026).

"Alhamdulillah, pertumbuhan triwulan II ini positif, baik secara q-to-q, year-on-year maupun c-to-c. Secara year-on-year tumbuh 5,72 persen, sedangkan secara kumulatif semester pertama atau c-to-c tumbuh 5,84 persen, dan ini merupakan yang tertinggi di Pulau Jawa," ujar Herum.

Ia optimistis capaian tersebut dapat dipertahankan hingga akhir tahun. Menurutnya, apabila pertumbuhan ekonomi pada Triwulan III dan Triwulan IV tetap positif tanpa mengalami kontraksi, maka pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sepanjang 2026 berpeluang melampaui capaian tahun sebelumnya.

"Kalau nanti semester dua atau triwulan tiga dan empat tumbuh positif, insyaallah pertumbuhan ekonomi Jawa Timur tahun 2026 akan lebih tinggi dibandingkan tahun kemarin," katanya.

Herum menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur ditopang oleh tiga sektor utama yang selama ini menjadi struktur ekonomi daerah, yakni industri pengolahan, pertanian, dan perdagangan.

Ketiga sektor tersebut sama-sama mencatat pertumbuhan positif sehingga memberikan kontribusi signifikan terhadap keseluruhan perekonomian Jawa Timur.

"Dari tiga kontributor utama struktur perekonomian Jawa Timur, yaitu industri, pertanian, dan perdagangan, semuanya tumbuh. Kalau tiga sektor itu tumbuh, sudah memberikan andil yang sangat signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi," jelasnya.

Dari sisi produksi, industri pengolahan masih menjadi penyumbang terbesar terhadap PDRB dengan kontribusi 31,11 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih mendominasi dengan kontribusi 60,85 persen terhadap perekonomian Jawa Timur.

BPS juga mencatat, lapangan usaha pengadaan listrik dan gas menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi secara tahunan, yakni 16,86 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi berasal dari pengeluaran konsumsi pemerintah yang meningkat 19,35 persen.

Menurut Herum, pertumbuhan ekonomi yang konsisten memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Salah satu indikatornya adalah turunnya angka kemiskinan di Jawa Timur.

BPS mencatat persentase penduduk miskin turun dari 9,30 persen pada September 2025 menjadi 9,06 persen pada Maret 2026.

"Pertumbuhan ekonomi yang tumbuh berdampak positif terhadap penurunan kemiskinan di Jawa Timur. Pengangguran juga turun, sehingga tingkat kesejahteraan masyarakat mengalami peningkatan," ujarnya.

Ia menambahkan, stabilnya inflasi dan masih positifnya nilai tukar petani pada awal tahun turut memperkuat daya beli masyarakat sehingga berkontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan.

Selain pertumbuhan ekonomi, kondisi ketenagakerjaan Jawa Timur juga menunjukkan perbaikan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Mei 2026 turun menjadi 3,42 persen, sedangkan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) meningkat menjadi 75,14 persen.

Herum mengatakan sektor pertanian masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar, terutama karena memasuki musim panen tebu, penanaman tembakau, serta meningkatnya aktivitas pertanian menjelang Iduladha.

"Pertanian masih menyerap tenaga kerja paling banyak. Di sisi lain, industri juga menunjukkan peningkatan yang tinggi. Ketika industrinya tumbuh, ternyata mampu menyerap tenaga kerja lebih besar juga," katanya.

Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan hubungan yang erat antara pertumbuhan sektor usaha dengan penyerapan tenaga kerja di Jawa Timur.

Di tengah tantangan perlambatan ekonomi global dan kebijakan efisiensi anggaran, BPS tetap optimistis perekonomian Jawa Timur mampu mempertahankan tren positif hingga akhir tahun.

Herum menyebut berbagai kebijakan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, baik melalui instrumen fiskal maupun upaya menjaga stabilitas ekonomi, menjadi modal penting dalam mempertahankan pertumbuhan.

"Selama stabilitas sosial ekonomi nasional tetap terjaga dan berbagai terobosan pemerintah terus berjalan, kami masih optimistis pertumbuhan ekonomi Jawa Timur tetap positif hingga akhir tahun," ungkapnya.

Ia menegaskan, menjaga kinerja sektor-sektor dengan kontribusi terbesar seperti industri pengolahan, pertanian, dan perdagangan menjadi kunci agar pertumbuhan ekonomi Jawa Timur tetap berkelanjutan.

"Dengan mempertahankan sektor-sektor utama tetap tumbuh positif, maka kontribusinya terhadap perekonomian Jawa Timur akan tetap besar," pungkasnya. (ZAK)

Ekonomi Jawa Timur Tumbuh 5,72 Persen, Tertinggi di Pulau Jawa Ekonomi Jawa Timur Tumbuh 5,72 Persen, Tertinggi di Pulau Jawa Reviewed by KabarGress.com on Agustus 05, 2026 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Sidebar Ads

Diberdayakan oleh Blogger.