Menjadi wadah untuk memperkuat daya saing komoditas unggulan Jawa, seperti kopi, teh, cokelat, dan rempah-rempah agar mampu menembus pasar internasional
Surabaya, KABARGRESS.COM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Timur membuka secara resmi Java Coffee & Flavours Festival (JCFF) 2026, bertempat di Alun-Alun Surabaya, Jumat (17/7) malam.
JCFF akan berlangsung selama tiga hari menjadi wadah untuk memperkuat daya saing komoditas unggulan Jawa, seperti kopi, teh, cokelat, dan rempah-rempah agar mampu menembus pasar internasional.
Rifki Ismal selaku Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jatim sangat mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya JCFF 2026.
"Kegiatan JCFF menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah di tengah-tengah masih tingginya ketidakpastian ekonomi global. Di tengah dinamika ekonomi dunia, mulai dari konflik geopolitik, ketidakpastian harga energi dan komoditas, hingga kondisi ekonomi global yang belum stabil, ekonomi Indonesia masih menunjukkan kinerja yang baik," ungkapnya.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester I 2026 tercatat sebesar 5,61 persen, sementara wilayah Jawa tumbuh 5,79 persen. Khusus Jawa Timur, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,96 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional.
"Alhamdulillah, Jawa Timur mencatat pertumbuhan ekonomi yang sangat baik. Ini menunjukkan sektor riil, termasuk komoditas unggulan daerah, memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian," ujarnya.
Bank Indonesia menilai kopi, teh, cokelat, dan rempah-rempah merupakan komoditas strategis yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Indonesia sendiri saat ini merupakan produsen kopi terbesar keempat di dunia, setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia.
Produksi kopi nasional mencapai sekitar 780 ribu ton per tahun. Dari jumlah tersebut, Jawa Timur menjadi salah satu sentra produksi terbesar di Pulau Jawa dengan produksi sekitar 53 ribu ton, jauh di atas Jawa Barat dan Jawa Tengah yang masing-masing berkisar 25 ribu ton. "Potensi ini harus terus kita dorong agar tidak hanya menjadi komoditas unggulan nasional, tetapi juga mampu bersaing di pasar global," katanya.
Melalui JCFF 2026, Bank Indonesia menghadirkan puluhan UMKM binaan dari seluruh kantor perwakilan Bank Indonesia di Pulau Jawa. Tercatat terdapat 41 UMKM kopi binaan BI, selain pelaku usaha teh, cokelat, rempah-rempah, serta berbagai produk olahan lainnya.
Festival tahun ini mengusung tema "From Local Taste to Global Horizon", yang menggambarkan semangat membawa cita rasa lokal menuju pasar dunia melalui peningkatan kualitas produk, inovasi, dan perluasan pemasaran.
Selain mempromosikan produk unggulan, JCFF 2026 juga menjadi ajang penerapan transaksi digital. Seluruh transaksi di area festival dilakukan secara non-tunai menggunakan QRIS dan berbagai metode pembayaran digital lainnya.
"Kami ingin inovasi digital menjadi bagian dari pengembangan UMKM. Pengunjung dapat bertransaksi dengan mudah menggunakan QRIS tanpa uang tunai," tandasnya.
Bank Indonesia berharap penyelenggaraan JCFF tahun ini mampu melampaui capaian tahun sebelumnya. Pada penyelenggaraan 2025, festival tersebut berhasil menarik sekitar 130 ribu pengunjung dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp107 miliar.
Ke depan, Bank Indonesia berkomitmen terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas, dan seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kualitas, produktivitas, inovasi, serta akses pasar komoditas unggulan Indonesia.
"Dengan kolaborasi yang semakin kuat, kami berharap kopi, teh, cokelat, dan rempah-rempah Indonesia semakin dikenal dunia serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional maupun Jawa Timur," tukasnya.
Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi juga mengapresiasi penyelenggaraan Java Coffee & Flavours Festival (JCFF) 2026 yang digelar di Balai Pemuda.
Menurutnya, festival tersebut tidak hanya menjadi ajang promosi kopi dan produk unggulan Nusantara, tetapi juga menjadi wadah mempertemukan pelaku UMKM, investor, akademisi, hingga komunitas.
Dalam sambutannya, Eri menyampaikan rasa syukur karena JCFF kembali hadir di Kota Surabaya dengan antusiasme masyarakat yang semakin tinggi dibanding penyelenggaraan sebelumnya.
"Penyelenggaraan Java Coffee & Flavours Festival (JCFF) 2026 sekarang digelar di Balai Pemuda. Insya Allah pengunjung tahun ini akan jauh lebih banyak, apalagi pada hari Sabtu nanti," ujar Eri.
Ia menilai Jawa Timur, khususnya Surabaya, memiliki potensi besar di sektor kopi. Selain kopi, festival tersebut juga menghadirkan berbagai produk unggulan lain seperti teh dan cokelat yang menjadi kekayaan hasil bumi Indonesia.
Menurut Eri, keberadaan festival seperti JCFF sangat penting karena tidak sekadar menjadi ajang pameran produk, tetapi juga membuka peluang kolaborasi bisnis.
"Acara seperti ini bukan hanya menampilkan produknya saja, tetapi juga mempertemukan investor dengan pelaku UMKM, akademisi, dan komunitas. Dari sinilah kerja sama dan investasi bisa langsung terjalin," katanya.
Wali Kota juga mengapresiasi Bank Indonesia yang secara konsisten menghadirkan kegiatan berskala nasional di Surabaya. Menurutnya, berbagai kegiatan tersebut turut memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi kota.
"Kalau bisa sering-sering mengadakan acara seperti ini di Surabaya. Semakin banyak kegiatan seperti ini, semakin besar pula dampaknya terhadap pergerakan ekonomi masyarakat," ungkapnya.
Eri menegaskan, Indonesia memiliki kekayaan kopi Nusantara yang kualitasnya tidak kalah dengan kopi dari negara lain. Beragam karakter dan cita rasa kopi dari berbagai daerah menjadi kekuatan yang harus terus dipromosikan kepada masyarakat maupun pasar internasional.
"Kita memiliki kopi Nusantara yang luar biasa, dengan karakteristik dan cita rasa yang khas. Kualitasnya tidak kalah dengan kopi dari luar negeri dan akan selalu menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia," tuturnya.
Di akhir sambutannya, Eri berharap Java Coffee & Flavours Festival dapat terus diselenggarakan setiap tahun di Kota Surabaya sebagai sarana mendorong kemajuan UMKM sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.
"Semoga acara ini terus berlanjut setiap tahun di Surabaya, menjadi penyemangat bagi UMKM untuk terus berkembang, sekaligus menggerakkan roda perekonomian kota," tutupnya. (ro)
Tidak ada komentar: