Surabaya, KABARGRESS.com – Pimpinan DPRD Kota Surabaya melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya pada Selasa (19/05/2026). Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh nuansa kekeluargaan itu menjadi momentum mempererat hubungan antara legislatif dan kalangan ulama dalam membangun Kota Pahlawan.
Rombongan DPRD Kota Surabaya dipimpin langsung Ketua DPRD Kota Surabaya, Saifuddin Zuhri, dan disambut jajaran pengurus PCNU Kota Surabaya yang dipimpin Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Surabaya masa khidmat 2024–2029, Masduki Toha.
Dalam sambutannya, Masduki Toha menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas inisiatif pimpinan DPRD Surabaya yang datang bersilaturahmi ke kantor PCNU. Menurutnya, langkah tersebut menjadi momen penting dalam membangun hubungan harmonis antara ulama dan legislatif.
“Ini menjadi momen yang terbaik, bagaimana hubungan antara ulama dengan teman-teman di DPR ini menjadi mitra yang bagus dan mitra yang baik,” ujar cak Duki, sapaan akrabnya.
Ia mengungkapkan, selama beberapa tahun terakhir belum pernah ada kunjungan resmi seperti ini dari pimpinan DPRD ke PCNU Surabaya. Karena itu, dirinya menilai kedatangan pimpinan dewan menjadi sejarah baru dalam hubungan kelembagaan antara DPRD dan organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut.
Cak Duki juga mengingatkan bahwa Nahdlatul Ulama memiliki basis massa yang sangat besar di Surabaya. Berdasarkan data yang ia sebutkan, sekitar 1,8 juta warga Surabaya memiliki kedekatan secara struktural maupun kultural dengan NU.
“Ini menunjukkan luar biasa warga Nahdlatul Ulama di Surabaya, baik yang struktural maupun kultural,” katanya.
Ia berharap aspirasi warga NU dapat diperjuangkan oleh para wakil rakyat di parlemen, terutama dalam isu pendidikan, kesehatan, dan perekonomian masyarakat.
“Kami berharap aspirasi para kiai dan warga Nahdlatul Ulama betul-betul diperjuangkan agar selaras dengan kebutuhan umat,” imbuhnya.
Selain itu, Masduki juga menyoroti persoalan sosial di Kota Surabaya, salah satunya maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor. Ia berharap DPRD bersama pemerintah kota dan aparat penegak hukum dapat memperkuat sinergi demi menjaga keamanan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, suasana pertemuan berlangsung cair dan akrab. Masduki beberapa kali melontarkan candaan khas Surabaya yang disambut tawa para tamu undangan. Ia bahkan menyebut kantor PCNU sebagai “rumah bersama” bagi seluruh elemen masyarakat dan para wakil rakyat.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Surabaya Saifuddin Zuhri menegaskan bahwa silaturahmi dengan ulama merupakan hal penting dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat. Menurutnya, DPRD tidak bisa bekerja sendiri tanpa masukan dan doa dari para alim ulama.
“Kita tidak akan bisa dikatakan wakil rakyat manakala kalau kita tidak sering silaturahmi,” kata Kaji Ipuk, sapaan akrabnya.
Ia menilai hubungan ulama dan umara harus berjalan berdampingan demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat. DPRD, lanjutnya, membutuhkan arahan, kritik, dan masukan dari para tokoh agama agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar berpihak kepada rakyat.
“Ulama dan umara itu harus bersandingan. Tanpa banyak arahan dari para alim ulama, sulit bagi bangsa ini mewujudkan kemakmuran,” ujarnya.
Legislator PDI Perjuangan ini juga mengakui besarnya kontribusi warga NU terhadap perjalanan politik di Surabaya, termasuk dukungan kepada partai-partai politik. Ia menyebut warga NU selalu hadir dalam kehidupan sosial kemasyarakatan dan menjadi kekuatan penting dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan.
“NU selalu hadir untuk kemasyarakatan umat dan mewujudkan bangsa yang rahmatan lil alamin,” tuturnya.
Dalam suasana penuh kekeluargaan, Saifuddin membuka ruang komunikasi seluas-luasnya kepada PCNU Surabaya. Ia mempersilakan para kiai maupun pengurus NU untuk memberikan masukan, kritik, hingga teguran apabila DPRD dinilai kurang maksimal dalam menjalankan tugas.
“Kami siap diingatkan kalau salah. Itu bagian dari kekeluargaan,” katanya.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi penegasan komitmen DPRD Surabaya untuk membangun komunikasi intensif dengan organisasi masyarakat dan tokoh agama. Diharapkan sinergi antara legislatif dan NU dapat memperkuat pembangunan Kota Surabaya yang lebih harmonis, religius, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat luas. (ZAK/ADV)
Reviewed by KabarGress.com
on
Mei 19, 2026
Rating:

Tidak ada komentar: