Musrenbang RKPD Jatim 2027, Gubernur Khofifah Pastikan Pembangunan Presisi dan Inklusif Berdampak Nyata
Surabaya, kabargress.com – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Provinsi Jawa Timur Tahun 2027 di Hotel Shangri-La Surabaya, Selasa (14/4/2026). Forum ini menjadi momentum strategis dalam merumuskan arah pembangunan daerah ke depan.
Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Bappenas Rachmat Pambudy, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, Wakil Menteri Ribka Haluk, serta Wakil Gubernur Jawa Timur, Ketua DPRD Jatim, Forkopimda, dan para kepala daerah se-Jawa Timur.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa Musrenbang menjadi momentum penting untuk memastikan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Musrenbang ini momentum strategis untuk memastikan arah pembangunan Jawa Timur semakin presisi, inklusif, dan berdampak nyata. Kami menekankan pentingnya kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media,” ujar Khofifah.
Selain penguatan data, sektor layanan dasar juga menjadi perhatian utama dalam perencanaan pembangunan.
Di bidang kesehatan, capaian kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Jawa Timur per 1 April 2026 mencapai 97,71 persen atau sekitar 41,13 juta jiwa dari total 42,3 juta penduduk.
Tak hanya itu, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Jawa Timur juga mencatatkan capaian positif dengan menempati peringkat kedua secara nasional pada tahun 2026.
Program tersebut didominasi kelompok usia 40–59 tahun sebanyak 944.030 jiwa atau 28,92 persen. Partisipasi perempuan tercatat sebesar 58,44 persen, sementara laki-laki 41,56 persen.
Di sektor ekonomi desa, Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah mencapai 100 persen pembentukan kelembagaan dengan total 8.494 koperasi.
Mayoritas koperasi tersebut merupakan koperasi baru, mencapai 99 persen, yang saat ini didominasi unit usaha gerai sembako dan mulai beroperasi secara bertahap di berbagai wilayah.
“Ke depan, penguatan kapasitas SDM, akses permodalan, dan ekosistem kemitraan menjadi kunci keberlanjutan KDKMP,” kata Khofifah.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu'ti menyampaikan capaian program pendidikan di Jawa Timur yang telah berjalan optimal.
“Program revitalisasi dan digitalisasi di Jawa Timur telah terlaksana seratus persen dan telah mulai dimanfaatkan oleh para murid di semua jenjang pendidikan,” ujarnya.
Untuk tahun 2026, pemerintah pusat akan melanjutkan program prioritas tersebut dengan memperluas sasaran revitalisasi hingga puluhan ribu satuan pendidikan serta meningkatkan fasilitas digital di sekolah. (Ci)
Reviewed by KabarGress.com
on
April 15, 2026
Rating:


Tidak ada komentar: