Gubernur Khofifah Lantik 128 Kepala Sekolah SMA, SMK, dan SLB Negeri se-Jatim, Dorong Sekolah Bebas Bullying
Surabaya, kabargress.com – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa melantik 128 Kepala Sekolah SMA, SMK, dan SLB Negeri di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Pelantikan berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Rabu (25/3/2026).
Pelantikan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kualitas pendidikan di Jawa Timur sekaligus menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul dan berdaya saing menuju visi Indonesia Emas 2045.
Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa para kepala sekolah yang dilantik memiliki kewenangan penuh dalam mengelola sumber daya manusia di satuan pendidikan masing-masing.
“Panjenengan diwenangkan, diberikan otoritas untuk melakukan manajemen SDM dari SMA, SMK, dan SLB. Dari SDM yang panjenengan godok di unit masing-masing,” ujarnya.
Gubernur Khofifah juga menekankan pentingnya pendekatan yang lebih dekat antara kepala sekolah, guru, dan siswa. Ia meminta agar para kepala sekolah aktif menyapa dan memperhatikan kondisi psikologis peserta didik.
“Pastikan bahwa mereka secara psikologis semua dalam keadaan baik. Bagaimana mereka juga sudah terbiasa membangun persaudaraan dengan baik,” lanjutnya.
Ia mengingatkan bahwa lingkungan sekolah harus terbebas dari praktik perundungan (bullying) yang dapat berdampak panjang terhadap perkembangan siswa.
“Sehingga kita tidak akan melihat ada bullying. Bullying yang terjadi di perguruan tinggi salah satunya juga karena entry point-nya dari proses pendidikan sebelum masuk perguruan tinggi,” jelasnya.
Selain itu, Gubernur Khofifah menyoroti pentingnya mencegah konflik di lingkungan sekolah, baik antar siswa maupun antara siswa dan guru. Ia juga mengingatkan agar wali murid turut dilibatkan dalam proses pendidikan sebagai bagian dari ekosistem yang mendukung tumbuh kembang anak.
“Tidak ada lagi bahasa bahwa ada sesuatu yang tidak kita harapkan, apakah perkelahian antar siswa atau perbedaan yang menjadikan kekerasan terjadi antara murid, antara guru dan murid, sehingga kemudian wali murid juga menjadi bagian yang berproses di dalamnya,” katanya.
Di akhir, Gubernur Khofifah meminta seluruh kepala sekolah menjaga kohesivitas dan harmoni di lingkungan sekolah yang dipimpin.
“Tolong semua dijaga kohesivitas dan harmoni di antara seluruh civitas dari SMA, SMK, SLB yang panjenengan pimpin,” pungkasnya. (Ci)
Reviewed by KabarGress.com
on
Maret 27, 2026
Rating:

Tidak ada komentar: