KabarGRESS.com | Jadikan yang Terdepan

test

Pembinaan dan Pendampingan Bank Indonesia Jadikan Eptilu Role Model Pertanian Modern


Garut, kabargress.com – Eptilu menjadi role model pertanian modern yang menggabungkan agribisnis dengan teknologi dan wisata edukasi di Kabupaten Garut. Pembinaan serta pendampingan Bank Indonesia selama ini kian meningkatkan hasil produksi hortikultura. 

Eptilu (EPtilu) di Kabupaten Garut didirikan dan dipimpin oleh Rizal Fahreza, seorang wirausaha muda dan lulusan IPB University. Eptilu adalah agrowisata, kebun edukasi, dan koperasi produsen jeruk serta hortikultura yang berlokasi di Desa Mekarsari, Kecamatan Cikajang, Garut, yang berfokus pada konsep fresh from farm dan pemberdayaan petani milenial. 

Rizal Fahreza, memulai usaha ini sejak 2014 dan merintis agrowisata petik jeruk pada 2016. Eptilu (singkatan dari tiga F: Fresh from Farm) menawarkan pengalaman memetik jeruk langsung di kebun, wisata edukasi pertanian, serta kuliner di Cikajang. Eptilu berkembang menjadi koperasi (Koperasi Produsen Eptilu) yang mendistribusikan hasil panen ke pasar modern dan kota-kota besar.

Produk hortikultura utama Eptilu adalah cabai, tomat, jeruk dan lainnya. Juga ada produk olahan pasca panen, seperti Dried Chili Signature, Cabai Merah Anum, Chili Powder Signature dan Chili Oil Aromtic. 


Sejak 2020, kawasan kebun edukasi ini menjadi bagian dari penguatan klaster usaha tani untuk menjaga produktivitas dan stabilitas pasokan pangan. Hamparan kebun jeruk dengan latar Gunung Cikuray menjadi daya tarik utama wisatawan.

Pengunjung tidak hanya menikmati suasana sejuk pegunungan, tetapi juga dapat memetik jeruk Garut langsung dari pohonnya. Selain itu, tersedia hidangan khas seperti nasi liwet kentang yang disajikan di area kebun.

Pendiri Eptilu, Rizal Fahreza, saat Capacity Building Media Jatim, Jumat (13/2/2026), mengatakan pengembangan kebun edukasi ini berawal dari semangat membangun pertanian modern berbasis kolaborasi. Alumni IPB tersebut dikenal sebagai petani milenial yang aktif mendorong regenerasi sektor pertanian.

"Dukungan Bank Indonesia melalui program klaster hortikultura memberi dampak signifikan. Petani mendapatkan sekolah lapang, pendampingan budidaya, akses pembiayaan, hingga penguatan kemitraan dengan off-taker," ujarnya.


Model closed loop yang diterapkan mengintegrasikan produksi, distribusi, hingga pemasaran dalam satu ekosistem. Skema ini dinilai mampu menjaga kualitas hasil panen sekaligus memperkuat daya saing petani lokal.

Petani hortikultura di Kabupaten Garut, Jawa Barat mulai menerapkan sistem pertanian berbasis teknologi melalui program pendampingan yang difasilitasi Bank Indonesia. Pendampingan tersebut mencakup uji tanah presisi, implementasi smart green house, hingga penguatan akses pasar.

Selain sebagai sentra produksi jeruk, Eptilu juga berkembang menjadi destinasi agrowisata dan edukasi pertanian. "Rata-rata kunjungan mencapai 75 ribu orang per tahun," katanya.

Pengelola menyediakan fasilitas restoran bernuansa alam serta ruang pertemuan untuk kegiatan komunitas maupun instansi. Operasional agrowisata dibuka setiap Sabtu dan Minggu pukul 08.00 hingga 18.00 WIB.


Keberadaan Eptilu diharapkan menjadi contoh pengembangan pertanian terintegrasi di Kabupaten Garut. Sinergi antara petani, pemerintah daerah, dan Bank Indonesia dinilai penting dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus pengendalian inflasi daerah.

Pada kesempatan itu, Yono Haryono selalu Kepala Divisi Implementasi Kajian Ekonomi dan Keuangan Daerah Kekda BI Jatim berharap, kegiatan Capacity Building Media Jatim bisa meningkatkan sinergi BI dengan awak media di Jatim. (Ro) 

Pembinaan dan Pendampingan Bank Indonesia Jadikan Eptilu Role Model Pertanian Modern Pembinaan dan Pendampingan Bank Indonesia Jadikan Eptilu Role Model Pertanian Modern Reviewed by KabarGress.com on Februari 14, 2026 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Sidebar Ads

Diberdayakan oleh Blogger.