KabarGRESS.com | Jadikan yang Terdepan

test

BI Jatim Bersinergi dengan Pemda dalam Menjaga Stabilitas Harga dan Digitalisasi Transaksi Keuangan Daerah untuk Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Masyarakat

HIGH LEVEL MEETING TIM PENGENDALIAN INFLASI DAERAH DAN TIM PERCEPATAN DAN PERLUASAN DIGITALISASI DAERAH SE-JAWA TIMUR TAHUN 2026


Surabaya, kabargress.com - Kenaikan harga pangan yang terjadi di setiap HBKN Idulfitri perlu ditangani secara struktural dan bersama-sama. Tujuannya demi menjaga daya beli masyarakat dan memberikan insentif kepada petani/peternak. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, 38 pemerintah kabupaten/kota, Satgas Pangan serta pelaku usaha memperkuat komitmen dalam menjaga stabilitas harga dan digitalisasi transaksi keuangan daerah untuk ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat melalui High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) serta Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) pada 26 Februari 2026 di Gedung Negara Grahadi – Surabaya. 

“Konsolidasi level pimpinan lembaga/instansi se-Jawa Timur merupakan wujud nyata sinergi Bank Indonesia dengan pemerintah daerah serta seluruh instansi anggota TPID dan TP2DD se-Jawa Timur dalam mendukung pertumbuhan Jawa Timur yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya tahan,” tegas Ibrahim, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, saat memaparkan kondisi perekonomian, perkembangan inflasi, dan digitalisasi di Jawa Timur. 

Ibrahim turut memaparkan kondisi disparitas harga dan pasokan komoditas yang masih terjadi antarwilayah di Jawa Timur dan menekankan pentingnya sinergi intradaerah untuk mencukupi kebutuhan pangan dan stabilitas harga. HLM dengan tema “Menjaga Stabilitas Harga dan Optimalisasi Digitalisasi Transaksi Pemerintah Daerah Menuju Ketahanan Pangan serta Kesejahteraan Masyarakat”, dipimpin oleh Gubernur Provinsi Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. 

“Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional perlu memperkuat kerja sama intraprovinsi dan antarprovinsi guna mendukung pemerataan distribusi pangan,” tutur Gubernur Khofifah dalam arahannya.

Selain itu, Gubernur Khofifah juga menyampaikan bahwa Jawa Timur secara aktif mengantisipasi potensi curah hujan tinggi dengan melakukan operasi modifikasi cuaca yang terbukti berhasil meminimalisir bencana hidrometeorologi, termasuk dampaknya terhadap perekonomian. HLM yang diadakan untuk mensinergikan strategi 4K pengendalian inflasi (kestabilan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan mengelola komunikasi efektif), mendiskusikan terkait pasokan komoditas hortikultura dan daging ayam/sapi serta BBM/LPG yang mencukupi, prakiraan cuaca yang membaik ke depan dan dampaknya bagi pertanian, diskon tarif angkutan udara dan penyediaan mudik gratis, hingga upaya pengendalian harga oleh Satgas Pangan.

Adhy Karyono, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur melaporkan capaian pengendalian inflasi Jawa Timur pada tahun 2025 yang tetap terjaga dalam rentang sasaran nasional 2,5±1% beserta langkah aksi pengendalian inflasi yang akan dilakukan khususnya pada momen Ramadhan – Idulfitri 2026.

Pada rapat level pimpinan tersebut juga dibahas mengenai strategi percepatan dan perluasan digitalisasi daerah sebagai upaya menjaga kemandirian fiskal dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Gubernur Khofifah juga menegaskan mengenai pentingnya percepatan ekosistem digital dan orkestrasi peta jalan digitalisasi daerah. Arahan ini sejalan dengan pernyataan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, bahwa percepatan dan perluasan digitalisasi pendapatan dan belanja daerah perlu terus diperkuat melalui berbagai inovasi kebijakan dan program serta menghimbau untuk selalu melakukan monitoring dan evaluasi peta jalan TP2DD daerah. Bank Indonesia siap mendukung sinergi dan inovasi pemerintah daerah sekaligus mengawal Jawa Timur dalam digital championship TP2DD.


Sebagai bentuk penguatan program pengendalian inflasi khususnya menjelang HBKN Idulfitri 1447 Hijriah, dilakukan peluncuran program Etalase Pengendalian Inflasi Kabupaten/Kota (EPIK) Mobile Jawa Timur 2026 oleh Gubenur Provinsi Jawa Timur bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur bersama Sekretaris Daerah Jawa Timur dan bupati/walikota se-Jawa Timur. EPIK Mobile merupakan platform distribusi pemasaran keliling yang mengefisienkan rantai pasok dengan menghubungkan produsen secara langsung dengan masyarakat. Program awal ini bersinergi dengan 15 kabupaten/kota di Jawa Timur dan Bulog yang menjual produk dengan harga terjangkau. Komoditas yang dijual berupa beras SPHP, beras Jatim Cettar (hasil korporasi petani binaan Provinsi Jawa Timur), minyak goreng, dan gula pasir. 

Ke depan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama dengan TPID dan TP2DD se-Jawa Timur, serta pelaku usaha untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang berkelanjutan dan berdaya tahan guna mendukung tercapainya Asta Cita dan visi Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara. (Ro) 

BI Jatim Bersinergi dengan Pemda dalam Menjaga Stabilitas Harga dan Digitalisasi Transaksi Keuangan Daerah untuk Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Masyarakat BI Jatim Bersinergi dengan Pemda dalam Menjaga Stabilitas Harga dan Digitalisasi Transaksi Keuangan Daerah untuk Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Masyarakat Reviewed by KabarGress.com on Februari 27, 2026 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Sidebar Ads

Diberdayakan oleh Blogger.