KabarGRESS.com | Jadikan yang Terdepan

test

Belajar Empati Lewat Drama, Siswa MI Banggle Ikuti Edukasi Anti Bullying dan Anti Rasisme dari Mahasiswa KKN


Blitar, kabargress.com – Kesadaran hukum hak asasi manusia, khususnya terkait pencegahan bullying dan rasisme, menjadi aspek penting dalam pembentukan karakter anak sejak usia dini. Namun, pemahaman mengenai bentuk-bentuk bullying, dampaknya, serta konsekuensi hukum dari tindakan diskriminatif masih belum banyak diperkenalkan secara sistematis di lingkungan sekolah dasar. Padahal, pembiasaan sikap saling menghormati sejak dini menjadi fondasi terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak.

Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan program kerja tambahan bertajuk “Penanaman Kesadaran Hukum Hak Asasi Manusia melalui Anti Bullying dan Anti Rasisme Sejak Dini” di MI Miftahul Ulum Banggle 2, Desa Banggle, Kabupaten Blitar, pada Sabtu (7/2/2026) pukul 08.00 hingga 11.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 60 siswa kelas I dan II. 

Program ini dipimpin oleh Khayla Najwa Nashuka selaku Person in Charge (PIC), dengan dukungan anggota tim KKN lainnya yang berperan sebagai fasilitator sekaligus pemeran drama edukatif. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, melalui edukasi hukum hak asasi manusia yang disesuaikan dengan karakteristik anak usia sekolah dasar.

Kegiatan diawali dengan sesi edukasi interaktif mengenai pengertian bullying dan rasisme, bentuk-bentuk bullying (fisik, verbal, dan sosial), dampak psikologis bagi korban, serta konsekuensi hukum dari tindakan diskriminatif. Materi juga menekankan pentingnya menghormati hak dan martabat setiap individu sebagai bagian dari nilai-nilai hak asasi manusia.

Untuk memperkuat pemahaman siswa, mahasiswa KKN menampilkan drama edukatif bertema bullying dan rasisme yang menggambarkan peran korban, pelaku, serta lingkungan sekitar. Drama tersebut dirancang untuk menumbuhkan empati siswa terhadap korban serta mendorong mereka bersikap aktif dalam mencegah perilaku perundungan di lingkungan sekolah.

Setelah drama, siswa diajak melakukan refleksi dengan menuliskan perasaan dan pemikiran mereka seandainya menjadi korban bullying dan rasisme pada kertas refleksi. Tulisan tersebut kemudian ditempel pada media “Pohon Empati” sebagai simbol komitmen siswa dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif.

Salah satu siswa kelas II, mengungkapkan bahwa kegiatan ini membuatnya lebih memahami perasaan korban bullying “Kalau dibully itu sedih, jadi saya nggak mau mengejek teman lagi,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, siswa menunjukkan antusiasme tinggi dan aktif berpartisipasi dalam diskusi, drama, serta refleksi. Meskipun tidak dilakukan pengukuran kuantitatif melalui pre-test dan post-test, peningkatan pemahaman siswa dapat diamati melalui keaktifan mereka dalam menjawab pertanyaan, mengidentifikasi bentuk bullying, serta mengekspresikan empati melalui tulisan refleksi.

Program Penanaman Kesadaran Hukum Hak Asasi Manusia melalui Anti Bullying dan Anti Rasisme Sejak Dini ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya sekolah yang ramah anak dan bebas diskriminasi. Mahasiswa KKN mendorong pihak sekolah untuk melanjutkan program ini melalui pembiasaan sikap toleransi, sosialisasi anti bullying secara berkala, serta pembentukan kader siswa sebagai duta anti bullying di lingkungan sekolah.

Dengan adanya sinergi antara mahasiswa, sekolah, dan siswa, diharapkan generasi muda di Desa Banggle dapat tumbuh sebagai individu yang memiliki kesadaran hukum hak asasi manusia serta menghormati perbedaan di lingkungan sosialnya. (Tim) 

Belajar Empati Lewat Drama, Siswa MI Banggle Ikuti Edukasi Anti Bullying dan Anti Rasisme dari Mahasiswa KKN Belajar Empati Lewat Drama, Siswa MI Banggle Ikuti Edukasi Anti Bullying dan Anti Rasisme dari Mahasiswa KKN Reviewed by KabarGress.com on Februari 17, 2026 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Sidebar Ads

Diberdayakan oleh Blogger.