KETUA DPRD, ABDILLAH NASIH: NGONTHEL BUMI JENGGOLO, MERAWAT SEJARAH SEKALIGUS MENGGERAKKAN EKONOMI RAKYAT
SIDOARJO, KABARGRESS.COM – Ribuan penggemar sepeda tua dari berbagai penjuru Nusantara memadati GOR Sidoarjo dalam gelaran akbar “Ngonthel Bumi Jenggolo Sidoarjo 2026”, Minggu pagi (1/11/2026). Kehadiran komunitas onthelis dari berbagai daerah hingga Malaysia menjadi bukti kuatnya semangat persaudaraan dalam merawat tradisi bersepeda tua.
Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih yang hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi atas antusiasme ribuan peserta. Baginya, Ngonthel Bumi Jenggolo bukan hanya pertemuan komunitas penggemar sepeda tua, tetapi juga ruang untuk merawat ingatan sejarah, mempererat persaudaraan, sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
Abdillah mengingatkan bahwa sepeda onthel memiliki perjalanan sejarah panjang yang tidak dapat dipisahkan dari perjuangan bangsa Indonesia. Pada masa perjuangan kemerdekaan, sepeda angin banyak digunakan para pendahulu sebagai sarana pergerakan dan aktivitas perjuangan.
"Para pendahulu dan penggerak kemerdekaan kita banyak menggunakan sepeda angin sebagai alat pergerakan perjuangan. Sepeda tua memiliki nilai sejarah yang luar biasa dan mengajarkan kita arti penting merawat ingatan sejarah," ujar Abdillah Nasih.
Ia juga menyampaikan filosofi Jawa yang menurutnya menggambarkan nilai kehidupan dalam tradisi bersepeda tua.
"Tuwo gapopo sing penting sehat, tuwo sing penting ngerejekeni, tuwo bersejarah, dan tuwo berkah," ungkapnya.
Filosofi tersebut menggambarkan bahwa usia bukan penghalang untuk tetap sehat, produktif, dan memberikan manfaat. Nilai itu juga tercermin dalam keberadaan komunitas sepeda tua yang mampu menghadirkan aktivitas olahraga rekreasi sekaligus membuka ruang ekonomi bagi masyarakat.
Abdillah mencontohkan tumbuhnya berbagai pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam perhelatan tersebut. Kehadiran bazar, pasar klitikan jadul, serta beragam produk ekonomi kreatif menunjukkan bahwa kegiatan berbasis hobi dan pelestarian sejarah dapat memberikan manfaat ekonomi secara langsung.
"Buktinya apa? Banyak Usaha Mikro, Kecil dan Menengah yang bermunculan dan tumbuh pesat dalam perhelatan seperti pagi hari ini. Ini membuktikan bahwa hobi dan pelestarian sejarah juga bisa menggerakkan roda perekonomian lokal," jelasnya.
Karena itu, Abdillah berharap Ngonthel Bumi Jenggolo dapat terus berkembang menjadi agenda tahunan berskala nasional. Selain mempertemukan komunitas sepeda tua dari berbagai daerah, kegiatan tersebut juga menjadi ruang silaturahmi yang memperkuat semangat persaudaraan sebagaimana slogan KOSTI, "Satu Sepeda, Sejuta Saudara".
Dia mengajak seluruh peserta memanfaatkan kunjungan ke Kabupaten Sidoarjo untuk mengenal lebih dekat potensi wisata, kuliner khas, serta produk unggulan daerah.
"Bumi Jenggolo Sidoarjo memiliki banyak tempat UMKM, makanan-makanan khas, termasuk wisata-wisata yang menarik. Jadikan semangat sejuta persaudaraan ini juga menjadi sejuta nilai dan makna. Mari kita ramaikan Sidoarjo dengan kegiatan-kegiatan positif dan nikmati seluruh potensi wisata serta kuliner yang ada di sini," ajaknya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan kegiatan, Abdillah menyatakan kesiapan DPRD Sidoarjo mendukung penyelenggaraan Ngonthel Bumi Jenggolo keempat pada tahun mendatang.
Gelaran tahun ketiga ini mengusung tema "Gowes Djadoel Nusantara 2026". Ribuan peserta datang dari Jawa Timur, Jakarta, Bali, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat hingga Merauke. Bahkan, komunitas onthelis dari Malaysia turut hadir sebagai peserta kehormatan.
Kegiatan yang digelar Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Sidoarjo bekerja sama dengan Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Sidoarjo tersebut menghadirkan parade sepeda onthel, bazar UMKM, pasar klitikan jadul, lomba pakaian pejuang 1945, pemeriksaan kesehatan gratis, sarasehan komunitas sepeda, hingga hiburan musik keroncong dangdut.
Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak Sabtu (31/10/2026) di lingkungan Disporapar Sidoarjo. Pada puncak acara di GOR Sidoarjo, panitia juga menyediakan hadiah dua unit sepeda listrik, mesin cuci, dan lemari es.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Sidoarjo H. Subandi yang diwakili Kepala Disporapar Rudi Setiawan, Ketua KORMI Nasional Adil Hakim, Ketua KORMI Jawa Timur Debie Sisilia Samosa, Ketua KORMI Sidoarjo MG Hadi Sutjipto, Ketua KOSTI Pusat Purnomo Sugeng Raharjo, serta Ketua KOSTI Sidoarjo Ary Bayashi.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Rudi Setiawan, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta. Ia berharap para onthelis dapat menikmati kekayaan pariwisata, budaya, tradisi, dan produk unggulan Kabupaten Sidoarjo.
Rudi juga menilai Ngonthel Bumi Jenggolo menjadi ruang promosi bagi pelaku UMKM sekaligus sarana memperluas pemasaran produk lokal. Perpaduan olahraga rekreasi, seni budaya, dan ekonomi kreatif diharapkan mampu memperkuat daya tarik wisata Kabupaten Sidoarjo.
Sementara itu, Ketua KORMI Nasional Adil Hakim mengapresiasi Pemkab Sidoarjo dan jajaran KOSTI atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, olahraga rekreasi sepeda tua memiliki peran dalam merawat nilai sejarah, mempererat persaudaraan, serta mendorong masyarakat menjalani pola hidup aktif.
Ia juga menyoroti dampak positif rangkaian kegiatan, mulai dari gowes bersama hingga bazar UMKM, yang membuka peluang usaha dan meningkatkan aktivitas perekonomian lokal.
Melalui Ngonthel Bumi Jenggolo, semangat menjaga warisan sejarah bertemu dengan aktivitas olahraga, budaya, pariwisata, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Bagi Abdillah Nasih, sepeda tua bukan hanya menyimpan cerita masa lalu, tetapi juga dapat mengayuh harapan bagi tumbuhnya persaudaraan dan kesejahteraan masyarakat Sidoarjo.
@mashery
Reviewed by KabarGress.com
on
November 02, 2026
Rating:


Tidak ada komentar: