KabarGRESS.com | Jadikan yang Terdepan

test

PEMKAB SIDOARJO DIMINTA CARI SOLUSI PEDAGANG SAAT CFD DIHENTIKAN SELAMA RAMADAN



SIDOARJO, KABARGRESS.COM — Pemerintah Kabupaten Sidoarjo diminta mencarikan solusi bagi pedagang yang terdampak penghentian sementara kegiatan Car Free Day (CFD) selama bulan Ramadan. Aspirasi itu disampaikan perwakilan paguyuban pedagang dalam evaluasi pelaksanaan CFD di kawasan Alun-Alun Sidoarjo.

Pedagang berharap kegiatan ekonomi tetap dapat berlangsung selama Ramadan dengan lokasi yang mampu mendatangkan pembeli. Pengalaman pemindahan pedagang ke kawasan Mal Pelayanan Publik (MPP) pada pelaksanaan tahun sebelumnya dinilai kurang memberikan hasil karena jumlah pembeli tidak seramai saat berjualan di kawasan CFD Alun-Alun Sidoarjo.

Persoalan keberlangsungan usaha pedagang menjadi salah satu perhatian dalam evaluasi CFD. Pemerintah daerah diharapkan dapat mempertimbangkan lokasi alternatif yang tetap memiliki potensi kunjungan masyarakat sekaligus menjaga ketertiban penggunaan ruang publik.

Di sisi lain, evaluasi CFD juga mencakup dampak meningkatnya aktivitas masyarakat terhadap kebersihan dan fasilitas umum. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo Arif Mulyono menyebut jumlah pengunjung CFD dapat mencapai sekitar 18.030 orang dalam satu pelaksanaan.

Menurut Arif, DLHK hanya menempatkan 44 personel untuk menangani kebersihan kawasan CFD. Sebanyak 20 personel ditempatkan di area alun-alun dan 24 lainnya berada di kawasan sekitar. DLHK juga menyiapkan empat unit dump truck untuk mendukung pengangkutan sampah.

Tingginya jumlah pengunjung membuat kebutuhan penanganan sampah semakin besar. Karena itu, pengelolaan kebersihan CFD perlu melibatkan pedagang melalui paguyuban serta masyarakat yang menggunakan ruang publik.

“Terkait sampah, kami mengarahkan ke TPS3R terdekat. Berapa besarannya silakan. Contoh di TPS Cemengbakalan sebesar Rp 5 ribu dengan penanganan sampah yang sudah diolah,” ujar Arif.

Arif juga meminta Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo melakukan pembatasan jumlah pedagang. Langkah itu diperlukan untuk mengurangi tekanan terhadap fasilitas umum, termasuk tanaman dan median jalan yang berada di kawasan CFD.

“Saat ini kami pasang police line untuk median jalan yang ada. Saya minta bantuan Pak Kadis Koperasi dan UMKM agar pedagang dibuatkan karcis untuk batasan,” katanya.

Selain persoalan sampah, pemerintah daerah mencatat adanya kerusakan fasilitas umum selama pelaksanaan CFD. Berdasarkan hasil evaluasi, nilai kerusakan fasilitas umum mencapai Rp36,6 juta.

Kerusakan itu meliputi median Jalan Ahmad Yani senilai Rp28,5 juta dan median Jalan Gubernur Suryo Rp8,1 juta. Fasilitas toilet umum juga mengalami kerusakan serta kelebihan beban penggunaan atau overload.

Evaluasi tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan CFD perlu mempertemukan kepentingan ekonomi pedagang, kenyamanan masyarakat, serta kemampuan pemerintah menjaga kebersihan dan fasilitas publik. Karena itu, solusi bagi pedagang selama Ramadan perlu disiapkan bersamaan dengan pengaturan jumlah pedagang, pengelolaan sampah, dan perlindungan fasilitas umum. (Ery)

PEMKAB SIDOARJO DIMINTA CARI SOLUSI PEDAGANG SAAT CFD DIHENTIKAN SELAMA RAMADAN PEMKAB SIDOARJO DIMINTA CARI SOLUSI PEDAGANG SAAT CFD DIHENTIKAN SELAMA RAMADAN Reviewed by KabarGress.com on Oktober 01, 2026 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Sidebar Ads

Diberdayakan oleh Blogger.