SIDOARJO, KABARGRESS.COM – Proyek pembangunan Jembatan Candinegoro, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo, dikebut selama 24 jam untuk mengejar target penyelesaian pada Desember 2026. Percepatan dilakukan setelah pekerjaan mengalami keterlambatan akibat sejumlah kendala teknis dan kondisi lapangan.
Pengerjaan konstruksi dilakukan secara maraton hingga Subuh. Langkah itu ditempuh untuk memaksimalkan pemasangan struktur baja, diafragma, dan gelagar Wide Flange (WF).
Umar, pelaksana proyek, mengatakan percepatan pekerjaan menjadi bagian dari upaya mengejar progres pembangunan yang tertinggal pada tahap awal.
Menurut Umar, salah satu kendala utama berupa keterlambatan pengiriman material baja Wide Flange (WF). Material tersebut harus terlebih dahulu dirakit di pabrik atau workshop sebelum dikirim ke lokasi proyek.
Kendala lain terjadi pada akses pengangkutan material menuju lokasi pembangunan. Kondisi tersebut memengaruhi mobilisasi material dan peralatan yang dibutuhkan untuk mempercepat pekerjaan.
“Selain itu, deviasi dipengaruhi intensitas air sungai di area pekerjaan fondasi,” ujar Umar saat ditemui di lokasi proyek.
Kondisi air sungai membuat pekerjaan fondasi membutuhkan penyesuaian teknis. Pelaksana kemudian melakukan percepatan pada sejumlah tahapan konstruksi yang dapat dikerjakan secara bersamaan.
“Meskipun ada keterlambatan di awal, dengan percepatan pemasangan baja dan pengecoran plat lantai serta plat injak yang sedang berjalan, kami optimistis proyek selesai tepat waktu,” kata Umar.
Pada bagian struktur bawah, pengecoran pile cap abutment atau fondasi bawah pada sisi utara telah rampung. Pekerjaan kini memasuki masa perawatan beton atau curing.
Umar menjelaskan, proses curing membutuhkan waktu tujuh hari untuk menjaga kualitas dan kekuatan struktur beton sebelum pekerjaan dilanjutkan ke tahapan berikutnya.
Setelah sisi utara memasuki tahap perawatan, pekerjaan diarahkan pada penyelesaian sisi selatan. Pekerjaan tersebut mencakup dinding abutment dan pier head atau kepala jembatan.
Pemasangan struktur baja, pengecoran plat lantai, dan plat injak juga terus dikebut. Pekerjaan dengan sistem 24 jam diharapkan mampu menutup deviasi progres dan menjaga target penyelesaian pada Desember.
Secara spesifikasi, proyek pembangunan Jembatan Candinegoro mencakup dua unit jembatan. Masing-masing memiliki panjang 8 meter, sehingga total panjang kedua jembatan mencapai 16 meter dengan lebar 4 meter.
Dengan percepatan pekerjaan selama 24 jam, pelaksana proyek optimistis target penyelesaian pada Desember 2026 dapat dipenuhi. Kelancaran pemasangan struktur baja, pekerjaan beton, serta kondisi air sungai menjadi faktor penting dalam menjaga target tersebut.(Ery)
Reviewed by KabarGress.com
on
Oktober 06, 2026
Rating:


Tidak ada komentar: