KabarGRESS.com | Jadikan yang Terdepan

test

HSN 2026, Ponpes Anharul Ulum Perkuat Adab dan Kebanggaan Santri


BLITAR, KABARGRESS.COM – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 menjadi momentum bagi Pondok Pesantren YPHKD (Yayasan Pesantren K.H. Mohamad Dawami Nurhadi) Anharul Ulum untuk memperkuat kebersamaan, menanamkan adab, dan menumbuhkan kebanggaan santri terhadap identitas kesantriannya.

Peringatan HSN kali ini diawali dengan upacara bersama Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Kademangan di Lapangan Anharul Ulum, Plumpungrejo, Kabupaten Blitar. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pengajian di halaman masing-masing asrama. Santri putra mengikuti pembacaan Barzanji, sedangkan santri putri membaca Sholawat Diba'.

Guru sekaligus salah satu pengasuh Ponpes YPHKD Anharul Ulum, Muhammad Zainuddin, yang akrab disapa Mbah Den, mengatakan Hari Santri Nasional menjadi bentuk penghargaan bagi para santri karena memiliki hari peringatan khusus.

"Ya, bagi Pesantren Anharul Ulum, makna Hari Santri adalah suatu hari di mana santri merasa dihargai karena punya hari khusus, sehingga ini sangat membanggakan bagi santri, terutama khususnya adalah santri Anharul," ujarnya.

Menurut Mbah Den, pesantren saat ini menghadapi tantangan dalam mendidik santri, terutama akibat perkembangan teknologi dan masuknya budaya dari luar. Santri perlu dibekali kemampuan untuk menyikapi berbagai pengaruh tersebut, termasuk membedakan perilaku yang pantas dan tidak pantas serta memahami batasan etika.

Karena itu, pendidikan adab menjadi salah satu perhatian utama di Ponpes Anharul Ulum. Selain mengaji dan menempuh pendidikan formal, santri juga dibekali pendidikan kepribadian dan etika.

"Karena bagaimanapun santri itu harus diajari tentang kepribadian dan etika. Oleh karena itu, di Anharul Ulum yang paling diutamakan di samping ngaji dan sekolah itu adalah adab bagi santri," jelasnya.

Ia menambahkan, pendidikan santri mencakup tiga bekal utama, yakni pengetahuan umum, termasuk teknologi, pengetahuan agama, dan adab. Pesantren juga menanamkan kecintaan terhadap bahasa Jawa sebagai bagian dari lingkungan budaya tempat para santri tumbuh.

Mbah Den berharap Ponpes Anharul Ulum terus berbenah, khususnya dalam meningkatkan fasilitas, sarana, dan prasarana untuk mendukung kegiatan pendidikan.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Anharul Ulum, Ula Amalia Sofan, menjelaskan bahwa peringatan HSN tahun ini diselenggarakan lebih sederhana dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya kegiatan ditangani oleh pengurus dan alumni, tahun ini pelaksanaannya diserahkan kepada para guru.

Hal tersebut dilakukan karena pengasuh pesantren, K.H. Dawami Nurhadi, sedang melaksanakan ibadah umrah.

Meski berlangsung sederhana, kegiatan tersebut dirancang agar santri terlibat langsung dalam pelaksanaannya. Para guru memberikan konsep dasar, kemudian santri diberi kesempatan untuk mengembangkan dan menjalankan kegiatan dengan pendampingan.

Menurut Ula, keterlibatan santri menjadi sarana untuk mempererat hubungan kekeluargaan antara santri SMP dan SMK yang tinggal di asrama berbeda. Kegiatan ini juga melatih kemandirian serta kemampuan santri dalam mengelola acara.

"Jadi, momen ini kita gunakan untuk mempererat kekeluargaan yang pertama. Terus kemudian, anak-anak biar belajar meng-handle suatu acara," tuturnya.

Ula menjelaskan, pembacaan Sholawat Diba' dan Barzanji juga menjadi kesempatan bagi santri untuk mempelajari tradisi keagamaan yang belum sepenuhnya mereka kuasai.


Ia mengakui masih ada santri yang belum lancar membaca Diba' dan Barzanji. Bahkan, sebagian santri belum memiliki kitab untuk belajar. Karena itu, pihak sekolah membantu menyediakan kitab dan memberikan pendampingan agar mereka dapat belajar secara bertahap.

Santri yang lebih tua juga didorong untuk membantu adik kelasnya. Dengan demikian, santri yang belum lancar membaca dapat belajar dari teman-temannya yang lebih mampu.

Ula berharap pembelajaran tersebut tidak berhenti selama santri berada di pesantren. Mereka diharapkan mampu membaca Sholawat Diba' dan Barzanji dengan baik sehingga dapat mengikuti kegiatan serupa ketika kembali ke lingkungan masing-masing.

Lebih jauh, Ula berharap peringatan Hari Santri dapat menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas santri yang terus dibawa sepanjang hidup, termasuk ketika mereka telah kembali ke tengah masyarakat.

"Semoga dari Hari Santri ini anak-anak lebih memahami posisi mereka adalah sebagai santri dan lebih bangga pada santrinya. Jadi, tidak hanya santrinya saat mereka di sini saja, namun santri itu sampai mati nanti dibawa," ungkapnya.

Ia juga berharap para santri mampu memberikan pengaruh positif di tengah masyarakat dan tidak mudah terbawa arus lingkungan setelah meninggalkan pesantren.

Dari kalangan santri, Tri Mailukis Manfaati, santriwati kelas IX A SMP Anharul Ulum, mengaku peringatan Hari Santri Nasional membuat dirinya merasa bahagia karena keberadaan santri tetap diingat dan dikenal masyarakat.

Menurutnya, kehidupan di pesantren terkadang membuat santri merasa jauh dari kehidupan masyarakat luas. Karena itu, adanya hari khusus untuk memperingati santri memberikan kebanggaan tersendiri.

"Jadi kayak kami-kami yang biasanya hanya di dalam pondok saja itu merasa bahagia juga, masih diingat, masih dikenal," katanya.

Dia juga menilai perkembangan teknologi dan media sosial menghadirkan tantangan tersendiri bagi santriwati. Berbagai tren di luar pesantren dapat terlihat menarik, tetapi ia berusaha tetap menjaga identitasnya sebagai seorang muslimah.

Ia mencontohkan tren berpakaian tanpa kerudung atau mengenakan pakaian ketat sebagai hal yang perlu disikapi dengan bijak.

"Tapi tetap harus menjaga marwah sebagai seorang muslimah," ujarnya.

Selain memperdalam ilmu agama, ia ingin mengembangkan kemampuan berbicara di depan umum atau public speaking serta meningkatkan kemampuan akademiknya.

Ia juga merasakan perbedaan peringatan HSN tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya upacara hanya berlangsung dalam lingkup satu pondok, tahun ini kegiatan dilaksanakan bersama MWCNU Kecamatan Kademangan sehingga cakupannya lebih luas dan terasa lebih menyenangkan.

Ke depan, ia berharap dapat semakin menikmati kehidupan di pesantren.

"ya mungkin ke depannya bisa lebih lagi sih dalam merasakan rasanya kayak nikmatnya mondok," tuturnya.

Peringatan HSN 2026 di Ponpes YPHKD Anharul Ulum menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan, memperkuat pendidikan adab, dan menumbuhkan kebanggaan santri terhadap identitas kesantriannya. Melalui pendidikan dan pengalaman selama di pesantren, para santri diharapkan mampu membawa nilai-nilai tersebut ketika kembali ke tengah masyarakat. (ZAK)

HSN 2026, Ponpes Anharul Ulum Perkuat Adab dan Kebanggaan Santri HSN 2026, Ponpes Anharul Ulum Perkuat Adab dan Kebanggaan Santri Reviewed by KabarGress.com on Oktober 22, 2026 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Sidebar Ads

Diberdayakan oleh Blogger.