SIDOARJO, KABARGRESS.COM – Bupati Sidoarjo H. Subandi, SH, M.Kn. mengapresiasi terbentuknya Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Cabang Sidoarjo. Organisasi perusahaan pers siber tersebut diharapkan mampu menjadi wadah pemberdayaan media lokal sekaligus mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong kemajuan Sidoarjo.
Apresiasi itu disampaikan Bupati Subandi saat menerima audiensi jajaran pengurus JMSI Sidoarjo di gazebo depan Rumah Dinas Bupati Sidoarjo, Jumat (30/10/2026) sore. Pertemuan berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban.
Dalam kesempatan tersebut, Abah Subandi, sapaan akrab Bupati Sidoarjo, didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Eri Sudewo, Kabid Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Anita Inggit Zainuris Shofa, Kepala Dinas Perumahan, Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (P2CKTR) M. Bachruni Aryawan, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ridho Prasetyo.
Sementara itu, Ketua JMSI Cabang Sidoarjo Saiful Bakhri hadir bersama Sekretaris Slamet Abidin, Bendahara M. Haris Sokran, dan sejumlki pengurus lainnya.
Ketua JMSI Sidoarjo Saiful Bakhri yang akrab di sapa Cak Kaji ini, menyampaikan, audiensi tersebut merupakan bagian dari silaturahmi sekaligus memperkenalkan keberadaan organisasi kepada kepala daerah.
"Sebagai organisasi yang baru terbentuk sebulan lalu, kami sowan kepada Pak Bupati. Istilahnya kulo nuwun atau permisi. Kami bersyukur sekaligus bangga karena jajaran pengurus dapat diterima dengan baik," ujar Saiful Bakhri.
Bangun Ekosistem Pers Lokal yang Profesiona
Dalam pertemuan itu, Saiful lebih lanjut memaparkan latar belakang, visi, serta tujuan pembentukan JMSI di Sidoarjo. Organisasi tersebut merupakan bagian dari jaringan perusahaan media siber yang telah menjadi konstituen Dewan Pers berdasarkan SK Nomor 15/SK-DP/2022.
JMSI memiliki struktur kepengurusan berjenjang mulai tingkat pusat, provinsi hingga kabupaten/kota. Adapun kepengurusan JMSI Cabang Sidoarjo dikukuhkan melalui SK Pengda Jawa Timur Nomor 010/Pd-Jatim/SK/JMS/IX/2026 dengan masa bakti 2026–2031.
Menurut Cak Kaji, kehadiran JMSI di Sidoarjo diharapkan menjadi ruang pemberdayaan sekaligus kolaborasi bagi perusahaan pers siber lokal untuk membangun ekosistem pers yang profesional, independen, sehat, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Wartawan senior ini menjelaskan, salah satu orientasi organisasi adalah mendorong perusahaan media lokal agar mampu meningkatkan kapasitas dan tata kelola usahanya. Dengan demikian, perusahaan pers yang selama ini tumbuh sebagai pelaku usaha skala kecil dapat berkembang menjadi perusahaan media yang lebih profesional dan memenuhi ketentuan regulasi.
Upaya tersebut mencakup penguatan manajemen perusahaan, kesehatan usaha, hingga peningkatan kualitas kebijakan redaksi dalam menyajikan produk jurnalistik. Seluruhnya harus berpedoman pada norma jurnalistik dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
"Kami ingin media anggota JMSI tidak hanya menyajikan informasi, tetapi juga menghadirkan berita yang bernilai guna. Media harus mampu mencerdaskan masyarakat, menjadi ruang kritik yang sehat, sekaligus membuka diskusi konstruktif demi kebaikan Sidoarjo," tegasnya.
Cak kaji, menambahkan, upaya meningkatkan kualitas perusahaan pers lokal membutuhkan dukungan dan sinergi berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah.
"Ini menjadi tantangan bersama. Agar bisa naik kelas, perusahaan pers lokal membutuhkan dukungan berbagai pihak. Karena itu, kami berharap terbangun sinergitas dan kemitraan dengan Pemkab Sidoarjo untuk kebaikan daerah," ungkapnya.
Media sebagai Mitra Konstruktif Pemerintah
Sementara itu, Bupati Subandi menyambut positif terbentuknya JMSI di Kabupaten Sidoarjo. Ia berharap organisasi tersebut mampu memberikan kontribusi positif bagi perkembangan dunia pers sekaligus mendorong pengelolaan perusahaan media yang semakin profesional.
"Bagi kami, media pers adalah mitra pemerintah," tegasnya.
Subandi juga menegaskan bahwa Pemkab Sidoarjo terbuka terhadap pemberitaan yang berkaitan dengan tata kelola pemerintahan, kebijakan publik, maupun pelaksanaan program pembangunan di berbagai sektor.
Menurutnya, media memiliki ruang untuk menjalankan fungsi kontrol dan menyampaikan kritik sepanjang pemberitaan berlandaskan fakta, kebenaran, serta disampaikan secara konstruktif.
"Selama tidak menyerang personal, apa pun berita yang dimuat tidak masalah. Yang penting berita itu benar, sesuai fakta, dan bersifat konstruktif sehingga dapat bermanfaat untuk kebaikan bersama," ujarnya.
Dia menilai peran media sangat strategis dalam mendukung jalannya pemerintahan sekaligus mengawal pembangunan daerah. Karena itu, pemerintah dan insan pers diharapkan dapat membangun komunikasi serta kolaborasi yang sehat.
"Mari kita bersama-sama menjaga dan membangun Sidoarjo agar lebih baik lagi ke depannya," pungkas Abah Subandi. (Ery)
Reviewed by KabarGress.com
on
Oktober 31, 2026
Rating:

Tidak ada komentar: