KabarGRESS.com | Jadikan yang Terdepan

test

PROYEK JEMBATAN CANDINEGORO TERLAMBAT 28 PERSEN, WABUP MIMIK MINTA KONTRAKTOR PERCEPAT PEKERJAAN



SIDOARJO , KABARGRESS.COM – Pembangunan Jembatan Candinegoro, Kecamatan Wonoayu, mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana, SAP, melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memastikan proyek tersebut berjalan sesuai target.

Sidak yang dilakukan Senin (21/9/2026), Wabup Mimik menemukan progres pembangunan masih jauh dari target yang telah ditetapkan. Pekerjaan yang seharusnya sudah mencapai 45 persen ternyata baru terealisasi sekitar 17 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan adanya deviasi keterlambatan sebesar 28 persen. Wabup Mimik meminta kontraktor segera mengambil langkah percepatan agar pekerjaan tidak semakin tertinggal.

Sidak dilakukan sekaligus untuk memastikan pembangunan jembatan dapat diselesaikan sebelum memasuki musim hujan. Keberadaan jembatan tersebut berkaitan langsung dengan kelancaran mobilitas masyarakat di Desa Candinegoro dan wilayah sekitarnya.

“Saya sidak langsung, ternyata deviasi keterlambatannya 28 persen. Padahal, ini sudah mau musim hujan. November atau Desember ini sudah harus selesai. Fakta di lapangan kondisinya masih seperti ini. Sangat mengkhawatirkan,” ujar Mimik.

Menurut Mimik, keterlambatan tersebut harus segera menjadi perhatian serius kontraktor. Percepatan pekerjaan diperlukan agar target penyelesaian pembangunan tidak terganggu oleh kondisi cuaca ketika musim hujan tiba.

Mimik meminta kontraktor menambah jumlah tenaga kerja di lokasi proyek. Saat sidak berlangsung, jumlah pekerja yang terlihat hanya sekitar 10 orang.

“Tenaga kerja yang ada di lokasi hanya sekitar 10 orang. Itu tidak cukup. Harus lembur dan harus segera selesai sesuai target pekerjaannya,” tegasnya.

Dia menegaskan kontraktor memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai waktu dan ketentuan yang telah ditetapkan dalam kontrak.

“Kontraktor harus bertanggung jawab,” tegas Mimik.

Selain menyoroti progres pekerjaan, Wabup Mimik juga menemukan persoalan terkait material yang digunakan dalam pembangunan jembatan.

Salah satu temuan berkaitan dengan material besi pada bagian pancang yang disebutnya tidak sesuai dengan spesifikasi pekerjaan. Temuan tersebut diminta segera ditindaklanjuti oleh pihak pelaksana.

Menurut Mimik, setiap material yang digunakan dalam proyek harus mengacu pada spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam perencanaan. Apabila ditemukan material yang tidak sesuai, harus segera dilakukan penggantian.

“Tadi ada temuan besi yang tidak sesuai spek. Harus diganti. Speknya seperti apa di perencanaannya. Harus disesuaikan,” jelasnya.

Pembangunan Jembatan Candinegoro tersebut memiliki nilai anggaran sekitar Rp1,46 miliar. Dengan nilai pekerjaan tersebut, Mimik meminta pelaksanaan proyek tetap mengedepankan kualitas konstruksi dan kepatuhan terhadap spesifikasi teknis.

Dia mengingatkan kontraktor agar tidak mengabaikan target waktu yang telah ditetapkan. Keterlambatan pekerjaan harus segera diperbaiki melalui langkah percepatan yang terukur.

Wabup juga menekankan bahwa percepatan tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan kualitas pekerjaan. Setiap tahapan konstruksi tetap harus memenuhi standar teknis sebagaimana tercantum dalam perencanaan.

Menurutnya, pembangunan jembatan harus memberikan hasil yang aman dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang. Karena itu, aspek waktu dan kualitas harus berjalan beriringan.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan proyek tersebut. Evaluasi di lapangan diperlukan untuk memastikan langkah percepatan yang diminta benar-benar dilaksanakan oleh kontraktor.

Target penyelesaian pada November atau Desember menjadi perhatian karena pekerjaan akan berhadapan dengan kondisi musim hujan. Cuaca dan meningkatnya debit air dapat menjadi faktor yang memengaruhi pelaksanaan pekerjaan konstruksi.

Karena itu, kontraktor diminta segera menyusun langkah percepatan, termasuk menambah tenaga kerja dan mengatur waktu kerja secara lebih efektif.

Pemkab Sidoarjo berharap pembangunan Jembatan Candinegoro dapat kembali mengejar ketertinggalan progres. Penyelesaian tepat waktu diperlukan agar akses masyarakat tidak terganggu dan fungsi jembatan dapat segera dimanfaatkan.

Sidak tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa proyek pembangunan infrastruktur di Kabupaten Sidoarjo tidak hanya dituntut selesai sesuai jadwal, tetapi juga harus memenuhi spesifikasi dan kualitas konstruksi.

Dengan deviasi 28 persen yang ditemukan saat sidak, percepatan pekerjaan kini menjadi pekerjaan rumah kontraktor. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menunggu tindak lanjut nyata di lapangan agar pembangunan Jembatan Candinegoro dapat selesai sesuai target dengan kualitas yang tetap terjaga. ( Ery)

PROYEK JEMBATAN CANDINEGORO TERLAMBAT 28 PERSEN, WABUP MIMIK MINTA KONTRAKTOR PERCEPAT PEKERJAAN PROYEK JEMBATAN CANDINEGORO TERLAMBAT 28 PERSEN, WABUP MIMIK MINTA KONTRAKTOR PERCEPAT PEKERJAAN Reviewed by KabarGress.com on September 21, 2026 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Sidebar Ads

Diberdayakan oleh Blogger.