Upaya berkelanjutan untuk mencapai prestasi olahraga terus dilakukan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sidoarjo. Pembinaan atlet menjadi perhatian utama, mulai dari usia dini hingga kelompok usia muda.
SIDOARJO,KABARGRESS.COM - Komite Olahraga Nasional (KONI ) Sidoarjo juga berkomitmen memastikan atlet-atlet yang mampu mengukir prestasi mendapatkan perhatian terhadap masa depan mereka. Prestasi olahraga tidak hanya diukur dari medali yang diraih, tetapi juga dari bagaimana atlet mendapatkan jaminan pengembangan diri dan kesejahteraan.
Ketua KONI Sidoarjo, Rafi Wibisono, mengatakan program pembinaan dilakukan secara berjenjang sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.
"Program pembinaan berjenjang ini dilaksanakan sebagai bentuk persiapan menuju Porprov 2027. Bagi para atlet berprestasi, kami berkomitmen untuk mengupayakan pemberian bonus, beasiswa pendidikan, serta jaminan pengembangan karier dan kesejahteraan masa depan mereka," ungkap Rafi.
Menurut dia, keberhasilan pembinaan atlet membutuhkan dukungan lintas sektor. Karena itu, KONI Sidoarjo akan terus membangun sinergi dengan pemerintah, badan usaha milik negara (BUMN), maupun badan usaha milik daerah (BUMD).
Kerja sama tersebut dinilai penting untuk memperkuat ekosistem olahraga sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi atlet berprestasi agar tetap memiliki masa depan setelah menyelesaikan perjalanan mereka sebagai atlet.
Selain atlet, kualitas pelatih menjadi salah satu pilar utama dalam program Atlet Unggul dan Sidoarjo Juara. Sebab, lahirnya atlet berprestasi tidak terlepas dari peran pelatih yang mampu membentuk kemampuan, mental, disiplin, dan karakter atlet.
"Prestasi tidak hanya lahir dari atlet-atlet yang kompeten, tetapi juga dari dukungan para pelatih yang hebat," kata Rafi.
Sementara itu, slogan "Sidoarjo Juara" tidak berhenti sebagai sebuah semboyan. KONI Sidoarjo telah menetapkan target yang terukur dalam setiap tahapan pembinaan.
Salah satu target utama adalah menghadapi Porprov 2027. Sidoarjo ditargetkan mampu menembus posisi dua besar dalam perolehan prestasi olahraga tingkat Jawa Timur.
Target tersebut menjadi tantangan sekaligus pemacu bagi seluruh cabang olahraga di Sidoarjo untuk meningkatkan kualitas pembinaan. Prosesnya membutuhkan kerja panjang, konsistensi, serta dukungan berbagai pihak.
"Sidoarjo merupakan pusat pembibitan atlet potensial. Kita harus optimistis dalam meraih prestasi puncak," ujar Rafi.
Namun, optimisme tersebut membutuhkan dukungan nyata. Menurut Rafi, KONI tidak dapat bekerja sendirian untuk mewujudkan target prestasi sekaligus menjamin masa depan para atlet.
Dukungan pemerintah dan kontribusi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat pembinaan olahraga di Sidoarjo.
"Kita harus optimistis dalam meraih prestasi puncak. Untuk mewujudkannya, diperlukan dukungan penuh dari pemerintah serta kontribusi CSR," katanya.
Rafi menegaskan, pencapaian gelar juara harus berjalan beriringan dengan perhatian terhadap kesejahteraan atlet. Dengan demikian, para atlet tidak hanya didorong untuk mengejar prestasi, tetapi juga memiliki kepastian mengenai pendidikan, karier, dan kehidupan setelah masa kompetitif mereka berakhir.
"Mengingat, KONI tidak dapat mengupayakan pencapaian gelar juara dan kesejahteraan atlet secara mandiri," pungkasnya. (Ery)
Reviewed by KabarGress.com
on
September 13, 2026
Rating:

Tidak ada komentar: