SIDOARJO, KABARGRESS.COM — Upaya menekan penularan Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kabupaten Sidoarjo mulai diarahkan lebih kuat kepada generasi muda. Sekolah dipandang menjadi ruang strategis untuk membangun pengetahuan, keberanian mengambil keputusan, sekaligus membentuk perilaku sehat sejak remaja.
Langkah tersebut ditempuh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui program Sidoarjo Youth Safeguard 2026 yang menyasar pelajar SMA dan SMK. Edukasi mengenai kesehatan reproduksi, pengenalan diri, risiko penularan HIV, serta pentingnya menjaga diri diberikan sebagai bagian dari strategi pencegahan sejak usia sekolah.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina mengatakan, pengendalian HIV membutuhkan pendekatan yang lebih luas. Skrining dan deteksi dini tetap penting, tetapi upaya tersebut perlu berjalan bersama edukasi agar remaja memahami risiko serta mampu menghindari perilaku yang berpotensi menyebabkan penularan.
"Edukasi kesehatan reproduksi dan pengenalan diri menjadi bagian penting dalam melindungi generasi muda sekaligus menghapus stigma terhadap orang dengan HIV (ODHIV)," ujar Lakhsmie kepada awak media di Sidoarjo, Kamis (06/8/2026).
Data Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo memperlihatkan bahwa persoalan HIV juga menyentuh kelompok usia muda. Secara kumulatif sejak 2001 hingga Juni 2026, tercatat 60 kasus HIV pada kelompok usia 11-17 tahun. Sebanyak tujuh orang dari kelompok tersebut meninggal dunia, sementara 53 lainnya masih hidup dengan HIV.
Angka tersebut menjadi pengingat bahwa edukasi kesehatan reproduksi tidak dapat ditunda hingga seseorang memasuki usia dewasa. Pengetahuan mengenai kesehatan, risiko penularan, dan kemampuan menjaga diri perlu dibangun secara bertahap sejak remaja melalui keluarga, sekolah, fasilitas kesehatan, dan lingkungan sosial.
Lakhsmie menjelaskan, kelompok usia di atas 24 tahun masih menjadi penyumbang terbesar kasus HIV yang berkaitan dengan perilaku berisiko. Adapun penularan pada anak usia 0-10 tahun umumnya berkaitan dengan penularan dari ibu kepada anak.
Pencegahan pun dilakukan melalui pendekatan berdasarkan siklus hidup. Pemkab Sidoarjo memperkuat skrining terhadap ibu hamil melalui program triple eliminasi HIV, sifilis, dan hepatitis B. Pemeriksaan dini terhadap bayi juga dilakukan untuk mendeteksi sekaligus mencegah kemungkinan penularan sejak awal kehidupan.
Di sisi lain, Dinas Kesehatan Sidoarjo menilai literasi masyarakat mengenai HIV masih perlu diperkuat. Informasi yang keliru dapat melahirkan ketakutan dan stigma terhadap orang yang hidup dengan HIV, padahal HIV tidak menular melalui interaksi sosial sehari-hari.
Lakhsmie menegaskan HIV tidak menular melalui berjabat tangan, berpelukan, belajar bersama, berbagi makanan, menggunakan toilet yang sama, ataupun gigitan nyamuk. Pemahaman tersebut penting agar masyarakat dapat membedakan antara perilaku yang berisiko menularkan HIV dan kontak sosial yang aman.
Penularan HIV dapat terjadi melalui hubungan seksual berisiko tanpa pengaman, penggunaan jarum suntik secara bergantian, transfusi darah yang tidak aman, serta penularan dari ibu kepada bayi apabila tidak memperoleh penanganan yang tepat.
Di tengah upaya tersebut, keluarga dan sekolah memiliki posisi penting dalam membangun ketahanan diri remaja. Kemampuan mengatakan "tidak" terhadap ajakan yang berisiko perlu dibentuk melalui komunikasi yang terbuka, pendidikan yang tepat, serta lingkungan yang memberikan rasa aman kepada anak untuk bertanya dan mencari informasi.
"Percaya diri dan berani berkata 'tidak' merupakan benteng penting bagi remaja untuk menjaga diri. Karakter tersebut perlu dibangun melalui peran keluarga, sekolah, serta lingkungan agar mereka mampu mengambil keputusan yang bertanggung jawab," tuturnya.
Program Sidoarjo Youth Safeguard 2026 diharapkan menjadi bagian dari strategi jangka panjang pengendalian HIV di Sidoarjo. Pencegahan melalui pendidikan, skrining, deteksi dini, perlindungan ibu dan anak, serta penghapusan stigma menjadi rangkaian yang perlu berjalan beriringan agar generasi muda memperoleh perlindungan kesehatan sekaligus kesempatan tumbuh tanpa dibayangi informasi yang keliru mengenai HIV. (Ery)
Reviewed by KabarGress.com
on
Agustus 08, 2026
Rating:

Tidak ada komentar: