BPS Jatim Rilis BRS April 2026: Inflasi Maret Lebih Rendah, Defisit Ekspor Impor Serta Pertumbuhan Ekonomi Masih Stabil di Tengah Konflik Global
Surabaya, KABARGRESS.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur menggelar rilis Berita Resmi Statistik (BRS) bulan April 2026 di Gedung BPS Jatim, Rabu (01/04/26). Rilis ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas Kepala BPS Jatim, Herum Fajarwati.
Dalam pemaparannya, Herum menjelaskan bahwa, BPS mencatat inflasi Jawa Timur pada Maret 2026 sebesar 0,39 persen, lebih rendah dibandingkan Februari. Inflasi tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, terutama meningkatnya konsumsi masyarakat selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri.
“Momentum Ramadan dan Idul Fitri mendorong konsumsi masyarakat, khususnya pada kelompok makanan dan bahan pangan,” ujar Herum.
Namun, laju inflasi pada Maret tidak setinggi yang diperkirakan karena adanya faktor penahan. Di antaranya adalah turunnya harga emas serta kebijakan pemerintah berupa diskon tarif angkutan udara.
“Jika tidak ada faktor penahan tersebut, inflasi kemungkinan bisa lebih tinggi,” jelasnya.
Selain Inflasi juga dijabarkan tentang Ekspor dan Impor pada Februari 2026. Jawa Timur, mengalami defisit neraca perdagangan, di mana nilai ekspor lebih rendah dibandingkan impor. Kondisi ini terutama dipicu oleh penurunan ekspor pada kelompok komoditas emas dan perhiasan.
Meski demikian, BPS menilai defisit tersebut belum mengkhawatirkan, selama impor didominasi oleh bahan baku. “Impor bahan baku justru akan mendukung proses produksi di Jawa Timur, yang pada periode berikutnya berpotensi meningkatkan ekspor,” kata Herum.
BPS Jatim, ungkapnya, juga menyoroti adanya pengaruh perkembangan global terhadap pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur. Kenaikan harga BBM pada Maret serta fluktuasi harga emas menjadi indikator bahwa kondisi global turut memengaruhi perekonomian nasional dan daerah.
Meskipun demikian, dampak kebijakan internasional, termasuk dari Amerika Serikat maupun konflik di Timur Tengah, belum sepenuhnya tercermin pada kinerja ekonomi Jawa Timur secara keseluruhan.
Ini disebabkan beberapa hal, di antaranya adalah momentum panen raya di sektor pertanian yang berpotensi mendorong pertumbuhan.
Selain itu, pencairan Tunjangan Hari Raya (THR), peningkatan konsumsi rumah tangga, serta mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran turut memberikan dorongan terhadap aktivitas ekonomi.
“Kami melihat ada beberapa indikator yang menunjukkan arah positif. Namun, untuk memastikan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan, akan kami sampaikan pada rilis awal Mei 2026,” pungkas Herum. (ZAK)
Reviewed by KabarGress.com
on
April 01, 2026
Rating:

Tidak ada komentar: