KabarGRESS.com | Jadikan yang Terdepan

test

KURSI RODA DAN HARAPAN UNTUK KEMBALI MELANGKAH


SIDOARJO , KABARGRESS.COM — Selama 13 tahun, Rodiyah (65) menjalani hari dengan tubuh yang tak lagi leluasa bergerak. Stroke membuat aktivitas perempuan warga Dusun Banar, Desa Pilang, Kecamatan Wonoayu, itu semakin terbatas. Keluar rumah menjadi sesuatu yang sulit dilakukan.

Sabtu (5/9/2026) membawa sedikit perubahan. Sebuah kursi roda kini berada di sisinya. Alat bantu itu diharapkan membuat Rodiyah lebih mudah bergerak dan menikmati suasana di luar rumah bersama keluarganya.

Rodiyah bukan satu-satunya warga yang menerima bantuan. Pada hari yang sama, Sampurni (60) dan Badriyah (56), keduanya warga Desa Wonokasian, Kecamatan Wonoayu, juga mendapatkan kursi roda.

Sampurni mengalami kelainan pada kaki sejak kecil. Kondisi itu membuatnya tidak dapat berjalan. Keluhan pada bagian pinggang yang dialaminya turut menambah beban dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Sementara Badriyah mengalami gangguan kesehatan yang membuatnya kesulitan berjalan. Dalam kondisi seperti itu, aktivitas sederhana yang bagi orang lain terasa biasa dapat menjadi pekerjaan yang membutuhkan bantuan keluarga.

Kondisi ketiga warga itu mendapat perhatian Bupati Sidoarjo Subandi. Bantuan kursi roda diberikan melalui dukungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dan Baznas Sidoarjo. Mereka juga memperoleh bantuan sembako.

Bagi Subandi, bantuan kepada warga yang sedang sakit perlu disertai perhatian terhadap kebutuhan kesehatan mereka. Karena itu, dia meminta tenaga kesehatan memberikan pelayanan dan pendampingan secara optimal.

"Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban bagi yang sedang mengalami sakit dan keluarganya," kata Subandi.


Subandi juga meminta fasilitas kesehatan memastikan ketiga warga itu terdaftar dalam program BPJS Kesehatan. Jaminan kesehatan dinilai penting agar proses pemeriksaan dan perawatan dapat berlangsung tanpa hambatan biaya.

Menurut Subandi, pemulihan tidak hanya berkaitan dengan pengobatan. Kesempatan untuk bergerak dan berinteraksi dengan lingkungan juga penting bagi warga yang mengalami keterbatasan mobilitas.

"Sehingga mereka yang sakit dapat perawatan dan bisa kembali beraktivitas di luar rumah. Tidak jenuh terus-menerus berada di dalam rumah," ujarnya.

Perhatian itu juga berarti bagi keluarga. Selama bertahun-tahun, keluarga menjadi orang terdekat yang mendampingi, membantu aktivitas harian, sekaligus merawat ketika kondisi kesehatan menurun.

Dengan adanya kursi roda, beban itu setidaknya dapat sedikit berkurang. Mobilitas warga yang sakit menjadi lebih mudah, sementara keluarga memiliki sarana untuk mengajak mereka keluar rumah dengan lebih aman.

Subandi berharap keluarga tetap sabar mendampingi proses perawatan. Pemulihan kesehatan membutuhkan waktu, sehingga dukungan keluarga dan pelayanan medis perlu terus berjalan.

"Semoga keluarga diberikan kesabaran untuk merawat dengan baik," ucapnya.

Bagi Rodiyah, Sampurni, dan Badriyah, kursi roda itu bukan hanya alat untuk berpindah tempat. Ada harapan yang ikut bergerak bersamanya harapan untuk melihat halaman rumah, bertemu tetangga, menikmati udara pagi, atau sekadar duduk bersama keluarga di luar rumah.

Di tengah keterbatasan tubuh, ruang gerak yang sedikit lebih luas dapat memiliki arti yang besar. Dan dari sebuah kursi roda, harapan untuk menjalani hari dengan lebih mandiri perlahan kembali tumbuh. (Ery)

KURSI RODA DAN HARAPAN UNTUK KEMBALI MELANGKAH KURSI RODA DAN HARAPAN UNTUK KEMBALI MELANGKAH Reviewed by KabarGress.com on September 06, 2026 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Sidebar Ads

Diberdayakan oleh Blogger.